Temui Penjual Es Gabus Viral, Dedi Mulyadi Tegur Soal Ketidakjujuran

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Ajat Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral usai dituduh menjual es berbahan spons oleh oknum anggota TNI dan Polri. Pertemuan itu dilakukan untuk mengetahui langsung kondisi yang dialami Sudrajat. Foto: KDM Channel

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Ajat Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral usai dituduh menjual es berbahan spons oleh oknum anggota TNI dan Polri. Pertemuan itu dilakukan untuk mengetahui langsung kondisi yang dialami Sudrajat. Foto: KDM Channel

Kabupaten Bogor, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Ajat Sudrajat, penjual es gabus yang sempat viral usai dituduh menjual es berbahan spons oleh oknum anggota TNI dan Polri. Pertemuan itu dilakukan untuk mengetahui langsung kondisi yang dialami Sudrajat.

Dalam pertemuan tersebut, Sudrajat menyampaikan sejumlah keluhan hidup. Ia mengaku mengalami kesulitan ekonomi, memiliki cicilan kontrakan, menanggung biaya sekolah anak, serta memiliki utang di warung.

Namun, di tengah perbincangan, Dedi Mulyadi mulai merasakan kejanggalan dari beberapa pernyataan Sudrajat. Untuk memastikan kebenarannya, dilakukan klarifikasi dengan ketua RW setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Kejar Target PAD 2026 Rp19,5 Triliun, Bapenda Jabar Tancap Gas dengan Program Unggulan

Hasil pengecekan menunjukkan sejumlah informasi yang disampaikan Sudrajat tidak sesuai fakta. Temuan itu membuat Dedi Mulyadi merasa kecewa dan menegur Sudrajat atas ketidakjujuran yang disampaikan.

Salah satu klaim yang tidak sesuai adalah soal biaya pendidikan. Sudrajat sebelumnya menyebut cicilan sekolah negeri mencapai Rp1,5 juta untuk empat bulan, namun setelah dikonfirmasi, biaya tersebut berasal dari sekolah swasta dengan nominal sekitar Rp200 ribu per bulan.

Selain itu, pengakuan Sudrajat terkait tempat tinggal juga terbantahkan. Ia mengaku tidak memiliki rumah dan hidup mengontrak, padahal ketua RW menyebut Sudrajat memiliki rumah pribadi warisan orang tuanya.

Baca juga: Polresta Bandung Gelar Apel Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Fokus Tekan Kecelakaan dan Kemacetan

Rumah tersebut telah ditempati Sudrajat bersama istri dan tiga anaknya sejak lama. Kepemilikan rumah itu tercatat sejak sekitar tahun 2007.

Fakta tersebut kembali ditegaskan Dedi Mulyadi dengan menekankan pentingnya kejujuran. Ia menilai kebohongan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencederai nilai kepercayaan dan penghormatan kepada orang tua.

Ketua RW juga mengungkap bahwa Sudrajat telah menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada 2025. Bantuan itu diberikan sebelum Sudrajat viral.

Bantuan Rutilahu berupa material bangunan senilai sekitar Rp18 juta serta upah tukang sebesar Rp2 juta. Proses pemasangan material sempat tertunda akibat faktor cuaca.
Renovasi rumah tersebut menjadi alasan Sudrajat harus mengontrak sementara. Masa kontrak diketahui hanya sekitar satu bulan.

Baca juga: Pemkab Bandung Tebar 5,2 Juta Bibit Pohon via Udara, Sasar Lahan Gundul dan Perbatasan Daerah

Biaya kontrakan tersebut sebesar Rp500 ribu, berbeda dengan pengakuan awal Sudrajat yang menyebut nominal lebih besar dan mengaku telah lama mengontrak.

Seiring terungkapnya fakta tersebut, bantuan tunai Rp10 juta yang sebelumnya diberikan tidak digunakan untuk membayar cicilan atau kontrakan. Dana itu dialihkan untuk memperbaiki rumah melalui program Rutilahu.

Dengan tambahan tersebut, total biaya material renovasi rumah Sudrajat mencapai sekitar Rp28 juta. Bantuan difokuskan agar rumah dapat kembali layak huni.

Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kemauan untuk berubah dan berusaha. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.*** (Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru