Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Komunitas Edan Sepur Indonesia Daerah 2 Bandung mencatat penurunan jumlah pelanggaran di perlintasan sebidang kereta api sepanjang 2025. Berdasarkan data kegiatan Disiplin Perlintasan yang dilakukan di Kota Bandung, total pelanggaran tercatat sebanyak 34.210 kasus, turun 13,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 38.735 pelanggaran.
Koordinator Daerah Edan Sepur Bandung, Abdullah Putra Gandhara atau akrab disapa Aghaa, menyampaikan meski terjadi penurunan, potensi insiden di perlintasan sebidang masih tetap ada. Berdasarkan data dari Call Center Bandung Siaga 112 dan PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Bandung, sepanjang 2025 tercatat insiden temperan di JPL Andir sebanyak satu kejadian dan JPL Cimindi sebanyak tiga kejadian, yang seluruhnya melibatkan pejalan kaki.
“Angka pelanggaran cenderung stabil meskipun mengalami penurunan. Namun potensi insiden temperan masih tetap terjadi,” ujar Aghaa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk menekan risiko kecelakaan, Edan Sepur Bandung terus melakukan edukasi secara konsisten dan kolaboratif di sejumlah perlintasan sebidang. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Commuter, Jasa Raharja Cabang Jawa Barat, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Balai Teknik Perkeretaapian, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, Satlantas Polrestabes Bandung, Satlantas Polres Cimahi, Komunitas Budaya Disiplin, serta Polisi Taruna SMK Negeri 12 Bandung.
Selain itu, edukasi perlintasan juga rutin dilakukan di JPL Cimencrang bersama Polrestabes Bandung, khususnya saat berlangsung pertandingan sepak bola di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage.
Upaya serupa kini diperluas ke wilayah Kabupaten Bandung. Railfans Cimahi menggandeng Edan Sepur Bandung dan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung untuk melakukan edukasi di perlintasan sebidang, di antaranya di JPL 181 Stasiun Rancaekek dan JPL 193 Stasiun Cicalengka.
Baca juga: Krisis Lahan Pemakaman Hantui Margahayu, Warga Terpaksa Cari Makam ke Luar Kecamatan
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa pecinta kereta api di Bandung Raya bersinergi untuk berkontribusi terhadap perkeretaapian Indonesia, terutama pada aspek keselamatan yang menjadi faktor paling penting dalam layanan transportasi,” kata Aghaa.
Tak hanya menyasar pengguna jalan, Edan Sepur Bandung juga melakukan edukasi ke satuan pendidikan melalui pendekatan SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini). Program ini menyasar PAUD, TK, SD, hingga SMP dengan metode pengalaman dan praktik langsung, termasuk pengenalan nomor darurat Bandung Siaga 112 dan PSC 119.
“Lebih dari 20 sekolah dengan total lebih dari 3.000 peserta didik, wali murid, dan tenaga pendidik telah teredukasi sepanjang 2025. Harapannya, mereka bisa menularkan kedisiplinan berlalu lintas, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang, sehingga dapat menekan angka fatalitas kecelakaan,” ujarnya.
Baca juga: Polres Cimahi Ungkap 16 Kasus Narkoba, Salah Satunya Libatkan Satpam Pemkot
Memasuki 2026, kegiatan Disiplin Perlintasan akan kembali digelar setiap pekan pada hari Jumat dengan pola operasi yang disesuaikan. Hal ini seiring dengan penutupan perlintasan sebidang JPL 156 Stasiun Andir di Jalan Garuda, menyusul beroperasinya Flyover Nurtanio.
“Kegiatan akan bergeser ke JPL 177 Stasiun Gedebage di Jalan Gedebage Selatan dan dijadwalkan mulai berlangsung pada 23 Januari 2026,” tutup Aghaa.*** (Radit)
















