Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Menjangkau Jawa Barat, Ini Cara Lindungi Diri

Senin, 7 September 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Orang memakai Masker (Shutterstock)

Ilustrasi Orang memakai Masker (Shutterstock)

KABAR PAJAJARAN – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak abu vulkanik bagi kesehatan.

Abu vulkanik terdiri atas partikel batuan dan material vulkanik yang sangat halus. Partikel dengan ukuran kurang dari 2 milimeter tersebut dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.

Paparan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan sejumlah gangguan, mulai dari iritasi hidung, batuk, tenggorokan terasa sakit hingga kesulitan bernapas. Risiko tersebut semakin besar bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan ketika abu vulkanik mulai turun di wilayah tempat tinggal.

Lindungi Hidung dan Mulut dari Abu Vulkanik

Langkah pertama yang perlu masyarakat lakukan ialah melindungi saluran pernapasan. Gunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat ketika harus keluar rumah.

Jika kondisi memungkinkan, warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Tetap berada di dalam rumah dapat mengurangi jumlah abu yang terhirup.

Orang tua juga perlu mengawasi anak-anak selama hujan abu berlangsung. Jangan biarkan anak bermain atau melakukan aktivitas fisik di luar rumah.

Aktivitas berat membuat seseorang bernapas lebih cepat dan dalam. Kondisi itu dapat meningkatkan jumlah partikel abu yang masuk ke paru-paru.

Kelompok yang memiliki asma, bronkitis, emfisema, penyakit jantung berat, atau gangguan pernapasan lainnya juga perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.

Tutup Pintu dan Jendela Rumah

Masyarakat juga perlu mencegah abu masuk ke dalam rumah. Tutup rapat pintu dan seluruh jendela ketika abu mulai turun.

Selain itu, matikan perangkat pendingin ruangan atau sistem pemanas yang mengambil udara langsung dari luar. Langkah tersebut membantu mengurangi masuknya partikel abu ke dalam ruangan.

Bagi warga yang sedang berada di luar rumah ketika hujan abu terjadi, segera cari tempat perlindungan. Gedung tertutup atau kendaraan dapat menjadi tempat berlindung sementara hingga kondisi membaik.

Hindari Lensa Kontak Saat Abu Turun

Masyarakat yang menggunakan lensa kontak juga perlu mengambil langkah khusus. Partikel abu vulkanik memiliki permukaan tajam sehingga dapat mengiritasi atau melukai kornea mata.

Abu yang masuk ke sela antara lensa kontak dan permukaan mata bahkan dapat menggores kornea.

Paparan abu pada mata dapat menimbulkan rasa perih, mata merah, gatal, berair, sensitif terhadap cahaya, hingga pembengkakan.

Karena itu, segera lepaskan lensa kontak apabila abu masuk ke mata. Masyarakat dapat menggunakan kacamata biasa atau kacamata pelindung sebagai alternatif.

Siapkan Rumah Sebelum Abu Vulkanik Turun

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terkena hujan abu sebaiknya melakukan sejumlah persiapan.

Pertama, pindahkan hewan peliharaan ke dalam ruangan. Langkah tersebut membantu melindungi hewan dari paparan abu secara langsung.

Kedua, lindungi kendaraan dengan menyimpannya di garasi tertutup. Jika tidak tersedia garasi, masyarakat dapat menggunakan penutup kendaraan untuk mengurangi paparan abu.

Ketiga, perhatikan sumber air bersih. Jika rumah menggunakan tangki penampungan air hujan, lepaskan terlebih dahulu pipa yang mengalirkan air dari atap menuju tangki. Cara ini dapat mencegah abu masuk dan mencemari persediaan air.

Masyarakat yang memiliki obat rutin untuk gangguan pernapasan atau jantung juga perlu memastikan persediaannya tetap tersedia.

Perhatikan Air dan Makanan Setelah Hujan Abu

Bahaya abu vulkanik tidak langsung hilang setelah hujan abu berhenti. Sisa abu yang menempel pada lingkungan masih membutuhkan penanganan.

Jika abu mencemari sumber air, endapkan air tersebut terlebih dahulu. Setelah partikel mengendap, ambil bagian air yang lebih jernih di permukaan untuk keperluan yang sesuai.

Masyarakat juga perlu mencuci buah dan sayuran dari kebun secara menyeluruh sebelum mengonsumsinya.

Abu vulkanik yang baru jatuh dapat membawa material yang bersifat asam dan larut dalam air. Karena itu, warga perlu membersihkan bahan pangan dengan baik sebelum mengolah atau mengonsumsinya.

Warga Diminta Tetap Tenang

Penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membutuhkan perhatian, tetapi masyarakat tidak perlu panik.

Warga sebaiknya mengikuti perkembangan informasi dari lembaga resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga perlu memperhatikan arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah.

Dengan mengikuti informasi resmi dan menerapkan langkah perlindungan sejak awal, masyarakat dapat mengurangi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik. ***(cHQ)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Pemprov Jabar Kirim 100 Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB