Jabar Kini Miliki 12 Zona KHAS, Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Selasa, 1 September 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meresmikan Zona KHAS di Kantin Gedung Sate, Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meresmikan Zona KHAS di Kantin Gedung Sate, Bandung. (Foto: Humas Jabar)

KOTA BANDUNG, Kabar Pajajaran – Jawa Barat kini memiliki 12 Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS). Jumlah tersebut bertambah setelah tiga zona baru mendapat penetapan. Ketiganya berada di Kantin Gedung Sate, MAN 1 Bandung, dan Masjid At-Thohir Depok.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan Zona KHAS meningkatkan standar kuliner. Standar tersebut mencakup kehalalan, keamanan pangan, kesehatan, serta kebersihan lingkungan.

Erwan menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Zona KHAS Gedung Sate. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Bandung, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Zona Baru Perkuat Kuliner Jawa Barat

Zona KHAS Gedung Sate menjadi representasi kawasan perkantoran. Sementara itu, MAN 1 Kota Bandung mewakili kawasan pendidikan. Adapun Masjid At-Thohir Depok menjadi representasi destinasi ramah Muslim.

Menurut Erwan, Zona KHAS tidak sekadar menghadirkan label halal. Konsep tersebut mencakup seluruh proses penyediaan makanan bagi konsumen.

Prosesnya dimulai dari pemilihan bahan hingga pengolahan makanan. Selanjutnya, standar tersebut mencakup penyajian makanan kepada konsumen.

“Zona KHAS bukan sekadar label halal,” kata Erwan.
Zona KHAS juga memastikan keamanan pangan dan kesehatan pengolahan. Selain itu, lingkungan harus bersih dengan pelayanan yang baik.

Zona KHAS Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Erwan menjelaskan pelaku UMKM harus memenuhi sejumlah persyaratan. Mereka perlu memiliki sertifikasi halal untuk produk yang dijual. Selain itu, pelaku usaha harus memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

Dengan standar tersebut, konsumen mendapat kepastian saat memilih makanan. Karena itu, Zona KHAS diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Penerapan Zona KHAS juga mendukung pengembangan pariwisata ramah Muslim. Konsep tersebut dapat memperkuat kenyamanan wisatawan saat menikmati kuliner.

Zona KHAS dapat hadir di berbagai ruang publik. Penerapannya mencakup sekolah, perkantoran, madrasah, dan pesantren. Selain itu, konsep tersebut dapat hadir di pusat perbelanjaan. Ruang publik lainnya juga dapat mengembangkan konsep Zona KHAS.

Kolaborasi Lintas Lembaga

Pengembangan Zona KHAS melibatkan sejumlah lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut mencakup aspek halal, kesehatan, dan perlindungan konsumen.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah turut mendukung program tersebut. Kementerian Kesehatan juga terlibat dalam penguatan aspek kesehatan pangan.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal turut mendukung penerapan standar halal. Pemerintah daerah kemudian memperkuat implementasinya sesuai kebutuhan masing-masing kawasan.

Erwan berharap kolaborasi tersebut terus berkembang di Jawa Barat. Dengan demikian, masyarakat memperoleh pilihan kuliner yang lebih terpercaya.

Keberadaan 12 Zona KHAS juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah. Pada akhirnya, standar tersebut dapat mendukung sektor UMKM dan pariwisata.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru