Sekda Herman Dorong BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

Selasa, 1 September 2026 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengikuti BUMDes Festival Jabar 2026 di Waduk Darma, Kuningan. (Foto: Humas Jabar)

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengikuti BUMDes Festival Jabar 2026 di Waduk Darma, Kuningan. (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Kuningan, Kabar Pajajaran – Sekda Jabar Herman Suryatman mendorong BUMDes menjadi motor ekonomi desa. Herman menyampaikan hal itu saat menghadiri BUMDes Festival Jabar 2026. Festival tersebut berlangsung di kawasan wisata Waduk Darma, Kuningan, Minggu (30/8/2026). Kegiatan itu menghadirkan BUMDes dari seluruh Jawa Barat.

Herman menilai festival dapat meningkatkan produktivitas BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. Menurutnya, penguatan BUMDes membutuhkan tata kelola usaha yang profesional. Selain itu, pengurus juga perlu memperkuat manajemen produksi dan pemasaran.

Karena itu, Forum BUMDes perlu menjaga keberlanjutan program setelah festival. Baginya, festival bukan sekadar ruang promosi produk unggulan BUMDes. Lebih jauh, kegiatan tersebut harus menghasilkan kolaborasi dan pengembangan usaha nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BUMDes Perkuat Ekonomi Desa

Herman menyatakan Pemprov Jabar terus mendorong penguatan ekonomi desa. BUMDes, menurutnya, harus mengambil peran utama dalam gerakan tersebut. Salah satu fokusnya ialah mengoptimalkan potensi wisata Waduk Darma.

Herman menilai pengelolaan Waduk Darma masih belum optimal. Padahal, kawasan tersebut memiliki peluang besar sebagai destinasi wisata andalan. Optimalisasi wisata dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak sekitar waduk.

Manfaat tersebut mencakup Jaswita, Pemkab Kuningan, BUMDes, dan sembilan desa sekitar. Karena itu, Herman meminta BUMDes ikut menggerakkan sektor wisata. Langkah tersebut sekaligus dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata.

“Pastikan seluruh pengurus BUMDes profesional dan tata kelolanya baik,” tutur Herman.

Ia juga mendorong sinergi antara BUMDes dan badan usaha milik daerah. Dengan sinergi tersebut, pengembangan ekonomi desa dapat bergerak lebih kuat.

Festival BUMDes Hadirkan Produk dan Kuliner Lokal

BUMDes Festival Jabar 2026 menghadirkan beragam produk inovatif dari BUMDes. Ribuan masyarakat turut meramaikan kegiatan tersebut di kawasan Waduk Darma. Selain bazar, festival menghadirkan jalan santai Jabar Slow Emotion. Acara juga menghadirkan talkshow dan atraksi kuliner khas masyarakat Sunda.

Salah satu atraksi menarik ialah Festival Ngecrok Tutut Sajedingna. Atraksi tersebut mengajak peserta menikmati tutut tanpa menggunakan alat bantu. Herman turut mengikuti atraksi bersama Bupati Kuningan, OJK, dan masyarakat.

Herman menyebut tutut memiliki kandungan protein hewani, kalsium, dan zat besi. Menurutnya, kandungan tersebut mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Ia juga mengaitkan asupan gizi dengan pertumbuhan generasi muda.

“Jangan main-main dengan tutut kalau ingin menghasilkan generasi handal,” kata Herman.


Ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi tutut sebagai makanan khas Sunda. Menurut Herman, tutut mudah ditemukan dan memiliki potensi ekonomi lokal.

Produksi tutut dari Waduk Darma mencapai sekitar empat kuintal setiap hari. Potensi tersebut dapat mendukung ekonomi masyarakat melalui pengelolaan berkelanjutan. Karena itu, Herman mendorong masyarakat mengembangkan potensi pangan lokal tersebut.

BUMDes Didorong Kelola Potensi Lokal

Herman berharap BUMDes mampu mengembangkan potensi lokal secara profesional. Pengelolaan itu mencakup sektor wisata, pangan, produksi, hingga pemasaran. Dengan demikian, desa dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

BUMDes Festival Jabar 2026 juga menjadi ruang bertukar pengalaman antarpelaku usaha desa. Selain memperkenalkan produk, kegiatan tersebut memperkuat jejaring antar-BUMDes. Herman berharap kolaborasi tersebut terus berkembang setelah festival selesai.

Pemerintah daerah akan terus mendorong BUMDes menjadi penggerak ekonomi desa. Upaya tersebut membutuhkan profesionalisme, sinergi, dan pengelolaan potensi secara konsisten. Dengan langkah itu, ekonomi desa di Jawa Barat dapat semakin kuat.

Festival ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi desa. BUMDes juga memiliki peluang besar untuk menggerakkan sektor wisata dan pangan lokal. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus menjadi bagian penting dalam pengembangannya.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru