Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 53 Orang, Pemerintah Percepat Penanganan Korban

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026)

NTT — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka, serta kerusakan pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8/2026) sore, 53 orang meninggal dunia akibat gempa NTT.

Korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten. BNPB mencatat satu korban di Manggarai Barat, 20 korban di Manggarai Timur, 25 korban di Manggarai, satu korban di Nagekeo, empat korban di Sikka, dan dua korban di Ende.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.

“Sekali lagi atas nama pemerintah tentu saja kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan,” kata Abdul, Minggu.

135 Korban Luka Masih Menjalani Perawatan

Selain korban meninggal, gempa NTT juga menyebabkan 135 orang mengalami luka-luka. Mereka mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Rinciannya, Sikka mencatat 12 korban luka. Kemudian, Manggarai mencatat 17 korban luka berat dan 20 luka ringan.

Di Manggarai Timur, BNPB mencatat 21 korban mengalami luka berat dan 59 lainnya mengalami luka ringan. Sementara itu, Manggarai Barat mencatat enam korban luka berat.

Pemerintah terus mengerahkan personel dan sumber daya untuk menyelamatkan warga terdampak. Tim gabungan juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Prabowo Perintahkan Menteri Turun Langsung ke NTT

Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih turun langsung ke wilayah terdampak gempa NTT.

Prabowo menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mempercepat penanganan bencana. Tim tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, Basarnas, Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom.

“Saya juga telah meminta jajaran terkait untuk hadir langsung di lapangan,” kata Prabowo melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (16/8/2026).

Presiden menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama. Pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan setelah proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan.

Prabowo turut menyampaikan duka cita kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa.

Pemerintah Targetkan Tanggap Darurat 2-3 Minggu

BNPB bersama pemerintah pusat menargetkan fase tanggap darurat gempa NTT berlangsung sekitar dua hingga tiga pekan.

Abdul Muhari mengatakan pemerintah ingin mempercepat proses tersebut agar penanganan dapat segera beralih menuju fase transisi darurat.

Namun, pemerintah tetap membuka kemungkinan perubahan target. Tim di lapangan akan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan kondisi di setiap wilayah terdampak.

“Di awal kita setting target supaya tanggap darurat ini tidak terlalu lama dan kita bisa nanti langsung masuk ke fase transisi darurat,” ujar Abdul.

Pemerintah akan mengevaluasi kondisi secara berkala. Pemantauan langsung dari para menteri dan pejabat terkait juga menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

BNPB Siapkan Dua Posko Nasional di Flores

Untuk mempercepat distribusi bantuan, BNPB membangun dua posko nasional di Pulau Flores.

Posko pertama berada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Posko kedua berlokasi di Maumere, Kabupaten Sikka.

Kedua lokasi tersebut menjadi pusat penyaluran logistik bagi masyarakat terdampak gempa. Pemerintah juga memanfaatkan sebagian logistik yang sebelumnya tersisa dari penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan 50.000 paket sembako untuk warga terdampak. Petugas akan menyalurkan bantuan tersebut secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Rusak

Selain mengevakuasi dan membantu korban, pemerintah mulai menyiapkan pemulihan berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pemerintah akan mempercepat perbaikan fasilitas yang berperan penting bagi masyarakat.

Infrastruktur tersebut mencakup jalan, jembatan, rumah sakit, jaringan listrik, hingga akses internet.

“Apakah itu jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, kemudian juga jaringan internet, ya, dan lain-lain, itu recover dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Pratikno.

Pemerintah juga berupaya membangun kembali kondisi yang lebih tangguh. Dengan begitu, masyarakat NTT diharapkan dapat menghadapi potensi bencana berikutnya dengan kesiapsiagaan yang lebih baik.

Daftar Wilayah dan Korban Meninggal Gempa NTT

Berikut data korban meninggal dunia berdasarkan laporan BNPB hingga Minggu (16/8/2026):

  • Manggarai: 25 orang
  • Manggarai Timur: 20 orang
  • Sikka: 4 orang
  • Ende: 2 orang
  • Manggarai Barat: 1 orang
  • Nagekeo: 1 orang

Total: 53 orang meninggal dunia.

Pemerintah bersama BNPB dan tim gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak. Petugas juga terus memantau kondisi masyarakat serta menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan. ***

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut
Prabowo Tegaskan Akan Cabut Izin Korporasi yang Terbukti Terlibat Karhutla
Anak Krakatau Tumbuh Pesat, PVMBG Pastikan Kondisinya Masih Aman
Berapa Lama BBM Bisa Disimpan? Dosen UGM Ungkap Batas Waktunya
Saham SMRA Anjlok 13,25 Persen Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK
Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:00 WIB

Prabowo Tegaskan Akan Cabut Izin Korporasi yang Terbukti Terlibat Karhutla

Jumat, 18 September 2026 - 08:00 WIB

Anak Krakatau Tumbuh Pesat, PVMBG Pastikan Kondisinya Masih Aman

Rabu, 16 September 2026 - 08:04 WIB

Berapa Lama BBM Bisa Disimpan? Dosen UGM Ungkap Batas Waktunya

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Saham SMRA Anjlok 13,25 Persen Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK

Selasa, 15 September 2026 - 09:00 WIB

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak

Berita Terbaru