Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Samurai Biru Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Jepang merayakan gol pada laga Grup F Piala Dunia 2026 melawan Tunisia di Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6/2026). Samurai Biru menang telak 4-0 dan mencatat salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bola Asia di ajang Piala Dunia. Foto: FIFA.

Pemain Jepang merayakan gol pada laga Grup F Piala Dunia 2026 melawan Tunisia di Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6/2026). Samurai Biru menang telak 4-0 dan mencatat salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bola Asia di ajang Piala Dunia. Foto: FIFA.

Kabar Pajajaran – Tim nasional Jepang tampil luar biasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru menang telak 4-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Monterrey, Meksiko, Minggu 21 Juni 2026.

Kemenangan tersebut membawa Jepang memuncaki klasemen sementara Grup F. Hasil itu juga membuka peluang besar bagi wakil Asia tersebut untuk melaju ke babak berikutnya.

Laga ini memiliki makna istimewa. FIFA menetapkan pertandingan Jepang melawan Tunisia sebagai laga ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia. Karena itu, kemenangan besar Jepang menjadi bagian dari catatan penting turnamen sepak bola terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak menit awal, Jepang langsung mengambil inisiatif serangan. Para pemain tampil agresif dan menekan pertahanan Tunisia tanpa henti.

Pendekatan tersebut membuahkan hasil cepat. Jepang membuka keunggulan hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai. Setelah itu, mereka terus mengontrol permainan dan membatasi ruang gerak lawan.

Ayase Ueda Pimpin Pesta Gol Jepang

Penyerang Ayase Ueda menjadi bintang kemenangan Jepang. Ia menunjukkan ketajaman sekaligus kecerdasan dalam memanfaatkan peluang di depan gawang.

Ueda mencetak dua gol yang membuat pertahanan Tunisia semakin tertekan. Selain produktif, ia juga aktif membuka ruang bagi rekan-rekannya sepanjang pertandingan.

Jepang kemudian menambah gol melalui kombinasi serangan cepat yang menjadi ciri permainan mereka. Pergerakan antarlini berlangsung rapi sehingga Tunisia kesulitan menghentikan aliran bola.

Keunggulan terus bertambah hingga skor berubah menjadi 4-0. Tim asuhan Hajime Moriyasu tampil disiplin saat menyerang maupun bertahan.

Meski sudah unggul jauh, Jepang tetap menjaga intensitas permainan. Mereka terus menekan hingga peluit panjang berbunyi.

Produktivitas tersebut memperlihatkan perkembangan signifikan sepak bola Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, Samurai Biru memang konsisten bersaing dengan tim-tim kuat dunia.

Tunisia Gagal Bangkit Meski Ganti Pelatih

Tunisia datang ke pertandingan ini dengan tekanan besar. Sebelumnya, mereka menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F. Kekalahan itu memicu perubahan di kursi pelatih.

Federasi Sepak Bola Tunisia kemudian menunjuk Hervé Renard untuk menyelamatkan peluang tim di Piala Dunia 2026. Namun, waktu persiapan yang sangat singkat membuat perubahan belum terlihat maksimal.

Sepanjang pertandingan, Tunisia kesulitan mengembangkan permainan. Mereka jarang menciptakan peluang berbahaya ke area pertahanan Jepang.

Selain itu, lini belakang Tunisia kerap kehilangan koordinasi ketika menghadapi serangan cepat lawan. Kondisi tersebut membuat Jepang leluasa membangun peluang.

Hervé Renard mengakui timnya belum menunjukkan organisasi permainan yang baik. Ia menilai para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pendekatan baru.

Akibat kekalahan ini, Tunisia dipastikan tersingkir dari persaingan Grup F sebelum pertandingan terakhir dimainkan.

Jepang Kirim Pesan untuk Para Rival

Kemenangan telak atas Tunisia menjadi pernyataan tegas dari Jepang. Sebelumnya, mereka juga mampu menahan imbang Belanda dengan skor 2-2 pada laga pertama grup.

Dengan hasil tersebut, Jepang menunjukkan kapasitas sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan. Kecepatan, disiplin, dan organisasi permainan menjadi kekuatan utama mereka sepanjang turnamen.

Selain itu, kemenangan empat gol tanpa balas ini tercatat sebagai kemenangan terbesar tim Asia dalam sejarah Piala Dunia. Catatan tersebut semakin memperkuat pencapaian Jepang pada edisi 2026.

Pada laga terakhir Grup F, Jepang akan menghadapi Swedia. Pertandingan itu akan menentukan posisi akhir mereka di klasemen grup.

Jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Tunisia, Samurai Biru berpeluang melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Mereka tidak hanya mewakili Asia, tetapi juga menunjukkan bahwa sepak bola kawasan tersebut semakin kompetitif di level dunia.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Brasil Bungkam Skotlandia 3-0, Vinicius Jr Antar Selecao Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Beasiswa Keolahragaan Kemenpora-LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 10 Juli
Bupati Lepas Kontingen Porsenitas dan Polwilda, Tekankan Prestasi di Tengah Efisiensi Anggaran
Belgia Imbang Melawan Iran 0-0, Alireza Beiranvand Jadi Tembok Kokoh di Piala Dunia 2026
Kiper Eloy Room Gemilang, Curaçao Tahan Imbang Ekuador dan Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Belanda Pesta Gol ke Gawang Swedia, Menang 5-1 dan Puncaki Grup F Piala Dunia 2026
Messi Pimpin Persaingan Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Kane dan Mbappe Menguntit
Inggris Tekuk Kroasia 4-2, Kane dan Rashford Bawa Three Lions Awali Piala Dunia dengan Kemenangan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Brasil Bungkam Skotlandia 3-0, Vinicius Jr Antar Selecao Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:00 WIB

Beasiswa Keolahragaan Kemenpora-LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 10 Juli

Senin, 22 Juni 2026 - 19:00 WIB

Bupati Lepas Kontingen Porsenitas dan Polwilda, Tekankan Prestasi di Tengah Efisiensi Anggaran

Senin, 22 Juni 2026 - 12:19 WIB

Belgia Imbang Melawan Iran 0-0, Alireza Beiranvand Jadi Tembok Kokoh di Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:53 WIB

Kiper Eloy Room Gemilang, Curaçao Tahan Imbang Ekuador dan Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru