Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan pemerintah menyusun kebijakan tersebut setelah menerima banyak masukan dari masyarakat, mahasiswa, dan tenaga pendidik. Mereka menilai lalu lintas kendaraan berat di Jatinangor sudah mengganggu kenyamanan dan keselamatan.
“Karena itu, kami mengimbau kendaraan besar, terutama truk sumbu tiga, tidak melintas di kawasan pendidikan Jatinangor,” kata Dony, Kamis (18/6/2026).
Pemkab Prioritaskan Keselamatan
Dony menjelaskan Jatinangor memiliki karakteristik berbeda dibanding wilayah lain di Sumedang. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pendidikan dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi setiap hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, keberadaan truk bertonase besar dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan memperparah kemacetan. Oleh sebab itu, Pemkab Sumedang ingin menata arus lalu lintas agar aktivitas pendidikan berjalan lebih aman dan nyaman.
Selain meningkatkan keselamatan, pemerintah juga ingin menjaga fungsi utama Jatinangor sebagai kawasan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi mahasiswa, dosen, dan warga sekitar.
Tol Cisumdawu Jadi Solusi
Pemkab Sumedang meminta pengusaha angkutan dan pengemudi truk memanfaatkan Jalan Tol Cisumdawu sebagai jalur alternatif. Pemerintah menilai jalur tol dapat memperlancar distribusi barang tanpa menambah kepadatan di Jatinangor.
Kendaraan dari arah Bandung dapat masuk melalui Gerbang Tol Cileunyi menuju Tol Cisumdawu. Sementara itu, kendaraan dari arah Sumedang dapat menggunakan Gerbang Tol Pamulihan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Cileunyi.
Dony berharap para pelaku usaha mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya, biaya tol yang dikeluarkan masih sebanding dengan manfaat yang diperoleh masyarakat.
“Penggunaan tol dapat meningkatkan keselamatan warga dan mengurangi kepadatan lalu lintas di Jatinangor,” ujarnya.
Jatinangor Jadi Pusat Pendidikan
Jatinangor merupakan salah satu kawasan dengan tingkat mobilitas tertinggi di Kabupaten Sumedang. Wilayah ini menjadi lokasi sejumlah perguruan tinggi besar, seperti Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dan Universitas IKOPIN.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumedang menunjukkan jumlah penduduk Jatinangor mencapai lebih dari 100 ribu jiwa. Wilayah tersebut memiliki luas sekitar 25 kilometer persegi.
Ribuan mahasiswa juga beraktivitas setiap hari di kawasan itu. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas Jatinangor sering padat, terutama pada jam sibuk.
Melalui pembatasan truk besar, Pemkab Sumedang berharap lalu lintas menjadi lebih tertib. Pemerintah juga ingin menciptakan kawasan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan akademik.***(Chq)






