Datangi KPK, Dedi Mulyadi Minta Dukungan Perkuat Mitigasi Bencana Jawa Barat

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok.Istimewa)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok.Istimewa)

Jakarta, Kabar Pajajaran – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Muyadi bersama sejumlah petinggi Pemprov Jabar dan BUMN.

Dijelaskan Dedi Mulyadi, kedatangannya ke KPK membawa misi penguatan lingkungan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya berbagai bencana akibat berbagai alih fungsi.

“Kami menemui Pak Direktur (Bidang Pencegahan) untuk bersama-sama membahas penataan aset negara, milik BUMN yang sampai saat ini puluan ribu area lahan tidak bersertifikat, dan kami mendorong sertfikasi,” ungkap Dedi Mulyadi yang dikenal dengan sapaan KDM, Kamis (11/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setidaknya terdapat tiga poin yang disampaikan dirinya alam pembahasan bersama KPK hari itu. Dimana yang berikutnya adalah soal kelengkapan administrasi dari aset milik negara, menyangkut izin lokasi hingga HGU yang vakum.

Poin ketiga kata KDM, adalah berkaitan dnegan upaya pengebalina fungsi sungai, hutan sawah, rawa ke fungsi yang sebenarnya, tidak dialihfungsikan pada hal lainnya, sehingga berdampak buruk pada lingkungan.

“Mengembalikan fungsi-fungsi hutan, perkebuan, sungai baik yang dikelola oleh BBWS, PJT, maupun PSDA untuk kembali sebagai fungsi sungai. Sehingga ada resiko arealnya dihuni dan dikuassai oleh orang lain,” kata KDM.

Dalam pernyataannya kepada awak media, ia menegaskan rencana penertiban seperti yang telah dilakukannya di beberapa daerah di Jawa Barat dalam 10 bulan terakhir.

Sementara tujuannya mendatangi KPK dikaitkan dengan agenda penguatan lingkungan yang akan diusungnya itu adalah dalam rangka memperkuat koordinasi bersama komisi anti rasuah.

“Kita menjadikan KPK sebagai mitra untuk melakukan kordinasi dan membangun arah agar pembangunan sesuai undang-undang dan sesuai dengan koridor pembangunan berbasis ekologi,” tandasnya.

“Prinsipnya KPK siap membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan Jawa Barat meningkatkan ketahanan lingkungan dan memitigasi lingkungan agar tidak terjadi bencana alam,” ucapnya.

Lebih lanjut Bahtiar mengatakan, terdapat sejumlah aset yang akan dikembalikan kepada fungsi aslinya oleh Pemprov Jawa Barat. Dalam prosesnya, KDM dan jajaran meminta KPK menguatkan upaya tersebut.

“Pemprov Jawa Barat meminta KPK menguatkan langkah ini supaya bisa terealisasi. Jawa Barat ingin mengantisipasi jika terjadi perubahan iklim ataupun iklim ekstrem,” kata Bahtiar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Pemprov Jabar Kirim 100 Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB