Viral Siswa Ejek Guru, Gubernur Jabar Minta Hukuman Diganti Kerja Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi tanggapi siswa SMAN 1 Purwakarta yang ejek guru (Instagram @dedimulyadi71)

Dedi Mulyadi tanggapi siswa SMAN 1 Purwakarta yang ejek guru (Instagram @dedimulyadi71)

Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya atas video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Purwakarta mengejek seorang guru perempuan di dalam kelas. Ia mengaku telah menerima paparan kronologi kejadian dari Dinas Pendidikan dan menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Video berdurasi 31 detik yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok siswa berseragam mengolok-olok guru di depan kelas. Salah satu adegan yang paling disorot menampilkan seorang siswi di bagian belakang kelas mengacungkan jari tengah sambil menjulurkan lidah ke arah guru.

Menurut Dedi, pihak sekolah telah bergerak cepat dengan memanggil orang tua siswa yang terlibat. Ia menyebut orang tua siswa merasa menyesal dan bahkan menangis saat dimintai klarifikasi oleh pihak sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, sekolah menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari kepada siswa yang terlibat. Namun Dedi menyarankan agar hukuman tersebut diubah menjadi kegiatan yang lebih mendidik dan berdampak positif bagi pembentukan karakter.

“Anak itu sebaiknya tidak hanya diskors, tetapi diberi hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari, dan membersihkan toilet,” ujar Dedi. Ia menilai hukuman berbasis kerja sosial bisa diberikan selama satu hingga tiga bulan, disesuaikan dengan perubahan sikap siswa.

Dedi menegaskan, tujuan hukuman bukan sekadar memberi efek jera, tetapi membangun tanggung jawab dan karakter. Ia mengingatkan bahwa siswa tetap membutuhkan bimbingan orang tua dan guru agar dapat memperbaiki perilaku.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Kasus ini kembali memicu diskusi publik mengenai pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa di lingkungan pendidikan.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari
Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027
Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga
Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka
Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu
Pemkab Majalengka Percepat Revitalisasi 323 Sekolah, Tunggu Persetujuan Pusat
Tol Getaci Mandek, Pemerintah Timbang Alihkan Fokus ke Bendungan Pengendali Banjir

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 09:39 WIB

Viral Siswa Ejek Guru, Gubernur Jabar Minta Hukuman Diganti Kerja Sosial

Sabtu, 18 April 2026 - 08:42 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027

Kamis, 16 April 2026 - 09:19 WIB

Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 09:10 WIB

Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga

Berita Terbaru

Pertamina resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi. Berikut rincian terbaru Bright Gas 12 kg dan 5,5 kg di berbagai provinsi.

Nasional

Harga LPG 12 Kg Naik, Warga Antisipasi Lonjakan Biaya Hidup

Senin, 20 Apr 2026 - 11:09 WIB