Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati

Sabtu, 18 April 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di kawasan Derwati Kota Bandung telah berlangsung selama tiga hari, Kamis 15 April 2026. (Foto: RRI/Bilal).

Banjir di kawasan Derwati Kota Bandung telah berlangsung selama tiga hari, Kamis 15 April 2026. (Foto: RRI/Bilal).

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah terus menggenjot penanganan banjir yang merendam kawasan Rancabolang dan Derwati di Kota Bandung. Hingga Jumat (17/4/2026), genangan air masih bertahan di empat Rukun Warga (RW) dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter dan berdampak pada ratusan warga.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan jajarannya memprioritaskan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 800 jiwa terdampak banjir musiman tersebut.

“Genangan masih ada di empat RW. Kami fokus pada distribusi logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas warga,” kata Farhan saat memberi keterangan di Balai Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliran Sungai Tertahan Luapan Citarum

Pemerintah mengidentifikasi hambatan utama penyusutan air berasal dari kondisi aliran sungai yang saling terhubung. Air dari Sungai Cinambo tidak dapat mengalir lancar karena tertahan luapan Sungai Citarum yang masih tinggi.

Farhan menjelaskan kondisi ini membuat proses surut berlangsung lebih lambat dari perkiraan. Selain faktor alam, sistem pemompaan air juga menghadapi kendala jarak.

Air sebenarnya bisa dialirkan ke Sungai Cipamokolan, namun lokasinya cukup jauh dari titik genangan. Akibatnya, penyedotan air tidak dapat dilakukan secara cepat dan membutuhkan waktu lebih panjang.

Dapur Umum, Perahu Karet, hingga Puskesmas Disiagakan

Pemkot Bandung langsung mengerahkan berbagai fasilitas darurat. Petugas membuka dapur umum untuk menjamin ketersediaan makanan, menyiagakan perahu karet untuk mobilitas warga, serta mengaktifkan layanan kesehatan melalui puskesmas setempat.

Distribusi bantuan makanan juga berjalan rutin setiap hari. Pemerintah memanfaatkan dukungan dari Program Makan Bergizi Gratis untuk memastikan kebutuhan gizi warga dan pelajar di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Pemkot Bandung mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan aktif berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi sungai dan mempercepat upaya penanganan hingga banjir benar-benar surut. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru