Tol Getaci Mandek, Pemerintah Timbang Alihkan Fokus ke Bendungan Pengendali Banjir

Rabu, 15 April 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo. (Kabarpajajaran/Antara)

Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo. (Kabarpajajaran/Antara)

KABAR PAJAJARAN – Kelanjutan pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) kembali berada di persimpangan. Proyek yang sempat digadang menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia itu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda bergerak maju setelah tertunda sejak awal 2020-an.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan, rendahnya minat investor menjadi hambatan utama proyek tersebut. Menurutnya, faktor paling menentukan dalam investasi jalan tol adalah proyeksi trafik kendaraan. Jika pergerakan kendaraan dinilai minim, investor cenderung menahan diri.

“Biasanya kalau proyek yang ditawarkan tidak banyak peminat, penyebab utamanya karena trafiknya kurang,” ujar Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trafik Rendah, Dukungan Negara Terbatas

Dalam skema pembangunan tol, pemerintah kerap memberikan dukungan pendanaan atau chip in agar proyek tetap menarik secara finansial. Namun kondisi fiskal saat ini membuat ruang dukungan tersebut semakin terbatas.

Situasi ini memaksa pemerintah meninjau ulang prioritas pembangunan infrastruktur nasional. Dody menyebut pemerintah kini harus memilih antara tetap memberi dukungan pada Tol Getaci atau mempercepat proyek lain yang dinilai lebih mendesak.

Pilihan itu tidak mudah, terutama ketika kebutuhan pengendalian banjir di kawasan industri Jawa Barat semakin mendesak.

Bendungan Jadi Prioritas Baru

Pemerintah kini mengarahkan perhatian pada pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey. Kedua proyek ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah industri padat penduduk seperti Karawang dan Bekasi.

Dody menargetkan pembangunan bendungan tersebut dapat rampung bertahap pada 2027–2028. Ia menegaskan, percepatan proyek menjadi krusial setelah melihat langsung ancaman banjir yang masih menghantui kawasan tersebut.

“Kalau tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi akan banjir lagi,” katanya.

Dilema Prioritas Infrastruktur

Kondisi ini menempatkan Tol Getaci dalam posisi tidak pasti. Di satu sisi, proyek tol tersebut diharapkan membuka konektivitas baru di selatan Pulau Jawa. Namun di sisi lain, kebutuhan mitigasi bencana banjir dianggap lebih mendesak bagi masyarakat dan kawasan industri.

Keputusan akhir pemerintah akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dan skema pendanaan yang memungkinkan proyek tetap berjalan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. Untuk sementara, Tol Getaci harus kembali menunggu momentum yang tepat.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Siap Bangun PSEL Juni 2026, Sampah Diolah Jadi Listrik di Bogor dan Bekasi
KDM Hadiri Nikah Massal di Depok, Pesan Tegas: Jangan Berutang Demi Resepsi
Perangi Banjir, Dedi Mulyadi Dorong Penambahan Danau hingga PLTSa di Kabupaten Bandung
Harga LPG 12 Kg Naik, Warga Antisipasi Lonjakan Biaya Hidup
Viral Siswa Ejek Guru, Gubernur Jabar Minta Hukuman Diganti Kerja Sosial
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari
Harga BBM Resmi di Seluruh SPBU RI, Berlaku 18 April 2026
Evakuasi Selesai, Seluruh Korban Helikopter PK-CFX Tiba di Lanud Supadio

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:14 WIB

Jabar Siap Bangun PSEL Juni 2026, Sampah Diolah Jadi Listrik di Bogor dan Bekasi

Rabu, 22 April 2026 - 10:08 WIB

KDM Hadiri Nikah Massal di Depok, Pesan Tegas: Jangan Berutang Demi Resepsi

Selasa, 21 April 2026 - 17:34 WIB

Perangi Banjir, Dedi Mulyadi Dorong Penambahan Danau hingga PLTSa di Kabupaten Bandung

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Harga LPG 12 Kg Naik, Warga Antisipasi Lonjakan Biaya Hidup

Minggu, 19 April 2026 - 09:39 WIB

Viral Siswa Ejek Guru, Gubernur Jabar Minta Hukuman Diganti Kerja Sosial

Berita Terbaru