Bukan Cuma BBM, Harga Plastik Kini Ikut Melonjak Drastis

Senin, 6 April 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABAR PAJAJARAN – Lonjakan harga plastik di Indonesia kian terasa setelah gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah menekan distribusi bahan baku. Dampaknya tidak hanya menghantam industri besar, tetapi juga merembet hingga pedagang kecil.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas), Fajar Budiono, menegaskan bahwa kenaikan harga berkaitan langsung dengan terganggunya distribusi nafta, bahan baku utama plastik yang berasal dari turunan minyak bumi.

Menurut Fajar, konflik membuat jalur distribusi global terganggu, terutama setelah Selat Hormuz terdampak situasi geopolitik. Selama ini, sekitar 70 persen pasokan nafta dunia berasal dari kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasokan nafta yang biasanya dikirim ke industri petrokimia kini tersendat. Dampaknya langsung terasa hingga ke Indonesia,” ujar Fajar di Jakarta, Jumat (4/4/2026).

Kilang Terdampak, Stok Menipis

Selain gangguan distribusi, sejumlah kilang minyak di kawasan Teluk dilaporkan ikut terdampak serangan. Kondisi ini memperparah keterbatasan pasokan bahan baku petrokimia global.

Kenaikan harga plastik tidak terjadi seketika. Meski konflik sudah berlangsung sejak akhir Februari 2026, dampaknya baru terasa pada awal Maret ketika stok mulai menipis dan permintaan meningkat menjelang Lebaran.

Fajar menyebut perubahan pola bisnis mulai terlihat setelah libur panjang usai. Permintaan pasar meningkat saat bahan baku yang tersedia sudah mengalami kenaikan harga.

Industri Masuk Mode Bertahan

Di tengah tekanan biaya produksi, industri plastik nasional kini fokus menjaga efisiensi agar tetap beroperasi.

Fajar menegaskan pelaku industri masih berupaya bertahan agar tidak masuk “standby mode”, kondisi ketika mesin tetap menyala tetapi produksi berhenti karena tidak ekonomis.

“Kami masih di survival mode. Produksi tetap berjalan, tetapi sangat berhati-hati agar tidak merugi,” katanya.

Pedagang Kecil Ikut Tertekan

Dampak kenaikan harga plastik juga merembet ke sektor hilir. Harga plastik kresek di pasaran melonjak dan meningkatkan biaya operasional pedagang kecil.

Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga berbagai produk karena plastik digunakan secara luas, mulai dari produksi hingga pengemasan. Akibatnya, pelaku usaha kecil menghadapi tekanan ganda: biaya produksi naik, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Situasi tersebut membuat industri plastik nasional menghadapi tantangan berat di tengah ketidakpastian pasokan global. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya
Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.124 per Dolar AS, Cek Nilai Tukar BCA, Mandiri, dan BNI
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, IHSG Terancam Tertekan, Investor Asing Berpotensi Lanjut Net Sell
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juli 2026 Naik Rp5.000, Kini Tembus Rp2.655.000 per Gram
TikTok-Tokopedia Bantah Isu PHK Massal, Penataan SDM Berjalan Sejak Akuisisi ByteDance
Pajak Pedagang Online Mulai Berlaku, Kemenkeu Bidik Penerimaan Sektor Digital Tembus Rp24 Triliun
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juni 2026 Masih Stabil, Buyback Bertahan di Rp2,466 Juta per Gram

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.124 per Dolar AS, Cek Nilai Tukar BCA, Mandiri, dan BNI

Senin, 13 Juli 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, IHSG Terancam Tertekan, Investor Asing Berpotensi Lanjut Net Sell

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juli 2026 Naik Rp5.000, Kini Tembus Rp2.655.000 per Gram

Berita Terbaru