BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Wyndham Casablanca Jakarta dan Travel + Leisure Indonesia kembali memperkuat dukungan terhadap pendidikan vokasi pariwisata melalui penyediaan fasilitas praktik bagi mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.
Program ini menghadirkan mock-up room atau ruang praktik perhotelan yang dirancang menyerupai fasilitas hotel bintang lima. Berbeda dari bantuan sebelumnya, fasilitas terbaru tidak hanya menyediakan area kamar, tetapi juga mengintegrasikan ruang pelatihan dan presentasi dalam satu lokasi.
Wyndham Lanjutkan Dukungan Pendidikan Perhotelan
Area General Manager Travel + Leisure Co. Indra Budiman mengatakan, pihaknya ingin menjaga kesinambungan program dukungan pendidikan tersebut. Menurutnya, Wyndham tidak ingin kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan berhenti pada satu atau dua kali pemberian bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan terus melanjutkan, dan tahap ketiga nanti akan datang lagi dengan konsep lainnya,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut secara khusus mendukung pembelajaran mahasiswa pada divisi kamar. Dengan fasilitas praktik yang merepresentasikan standar industri, mahasiswa dapat mengenal prosedur dan kondisi kerja secara lebih nyata sebelum memasuki dunia profesional.
Mock-up Room Hadir dengan Konsep Berbeda
Berbeda dari fasilitas yang diberikan sebelumnya, mock-up room terbaru menggabungkan area praktik dengan ruang training dan presentasi. Konsep ini memungkinkan mahasiswa mempelajari teori sekaligus menjalankan praktik dalam satu ruangan.
Indra menilai, pendekatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri perhotelan.
Menurutnya, pendidikan vokasi harus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal standar kerja secara langsung. Karena itu, dukungan terhadap fasilitas praktik menjadi bagian penting dari hubungan antara industri dan lembaga pendidikan.
Wyndham Buka Peluang Magang dan Kerja bagi Lulusan
Indra menegaskan bahwa kerja sama Wyndham dengan Poltekpar NHI Bandung tidak hanya berupa bantuan fasilitas pendidikan.
Wyndham juga membuka kesempatan on the job training (OJT) bagi mahasiswa. Perusahaan turut memberikan peluang kerja bagi lulusan Poltekpar NHI Bandung.
“Kerja sama ini mencakup pemagangan dan juga peluang kerja, dari hulu sampai hilir,” kata Indra.
Menurutnya, mahasiswa yang telah memperoleh pengalaman praktik sesuai standar industri akan lebih mudah beradaptasi ketika mulai bekerja. Mereka tidak perlu mempelajari seluruh proses dari awal karena sudah memiliki gambaran mengenai standar dan praktik kerja di hotel.
Indra menambahkan, sejumlah alumni Poltekpar NHI Bandung telah bekerja bersama Wyndham di Jakarta dan Bali. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri dapat membuka jalur yang lebih jelas bagi mahasiswa menuju dunia kerja.
Poltekpar NHI Bandung Apresiasi Dukungan Wyndham
Direktur Poltekpar NHI Bandung Dr. Anwari Masatip, M.M.Par., CEE menyampaikan apresiasi kepada owner dan pimpinan Wyndham, termasuk Indra Budiman, atas dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan.
Anwari menjelaskan, kerja sama tersebut sebenarnya telah berjalan sejak 2025. Pada tahap pertama, Wyndham membantu menyediakan mock-up room kamar hotel serta sekitar 350 frame kacamata yang diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Poltekpar NHI Bandung kemudian menjadikan fasilitas hotel tersebut sebagai unit praktik mandiri yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Mahasiswa menggunakan fasilitas tersebut secara rutin dalam kegiatan praktik.
Melihat manfaat yang besar, pihak kampus kembali berkomunikasi dengan Wyndham untuk mengembangkan fasilitas pada 2026.
Fasilitas Praktik Gabungkan Teori dan Praktik
Anwari mengatakan, mock-up room terbaru memiliki konsep yang berbeda karena menghadirkan ruang training dan presentasi di dalam fasilitas praktik.
“Mock-up room kali ini sangat unik karena di dalamnya terdapat ruang training dan presentasi. Jadi mahasiswa bisa sekaligus belajar dan melakukan praktik dalam waktu yang bersamaan,” ujar Anwari.
Ia menilai konsep tersebut memberikan keunggulan dibandingkan mock-up room pada umumnya. Biasanya, ruang praktik hanya berupa kamar hotel, sementara kegiatan pelatihan dan pembelajaran berlangsung di ruangan berbeda.
Dalam fasilitas terbaru di Poltekpar NHI Bandung, kedua fungsi tersebut berada dalam satu area. Kondisi ini memungkinkan dosen menyampaikan teori dan mahasiswa langsung mempraktikkannya dalam ruang yang sama.
Mock-up Room Lebih dari 100 Meter Persegi
Fasilitas tersebut memiliki luas lebih dari 100 meter persegi. Di dalamnya tersedia dua jenis tempat tidur dan dua tipe kamar yang disatukan dalam satu area.
Desainnya juga mengacu pada model kamar terbaru yang digunakan Wyndham. Dengan demikian, mahasiswa dapat mempelajari perkembangan desain dan standar kamar yang sedang diterapkan industri perhotelan.
Anwari mengatakan keberadaan fasilitas praktik tersebut membantu mahasiswa mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Kampus dapat memperbarui pengetahuan mahasiswa melalui pengalaman langsung menggunakan fasilitas yang mengikuti tren perhotelan.
Kerja Sama Industri Dorong Kesiapan Kerja Mahasiswa
Selain memperkuat fasilitas praktik, kolaborasi tersebut juga mendorong hubungan yang lebih erat antara kampus dan dunia industri. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal standar kerja, menjalani pemagangan, hingga mendapatkan peluang berkarier setelah lulus.
Anwari menilai Wyndham konsisten membantu mengisi kebutuhan fasilitas pendidikan, terutama bagi institusi pendidikan pemerintah yang masih membutuhkan peningkatan sarana praktik.
“Kerja sama kami dengan Wyndham sendiri sudah dirintis sejak sekitar empat tahun lalu,” katanya.
Menurut Anwari, hubungan berkelanjutan dengan industri penting untuk memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja.
30 Persen Lulusan Poltekpar NHI Bandung Pilih Wirausaha
Anwari menambahkan, orientasi pendidikan Poltekpar NHI Bandung kini tidak hanya mengarah pada penyerapan lulusan ke dunia kerja. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 30 persen lulusan memilih jalur kewirausahaan.
Perubahan tersebut turut menggeser ukuran keberhasilan lulusan. Jika sebelumnya kampus menargetkan seluruh lulusan mendapatkan pekerjaan dalam waktu sekitar tiga bulan, kini sebagian lulusan justru menciptakan pekerjaan bagi orang lain.
“Kalau kami menghasilkan 500 lulusan, maka kami tidak lagi hanya berekspektasi ada 500 orang yang mendapatkan pekerjaan. Dampaknya bisa menjadi 700 atau bahkan 800 orang,” ujar Anwari.
Menurutnya, lulusan yang membangun usaha mandiri dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan tenaga kerja, tetapi juga calon pelaku usaha yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas.
Kolaborasi Pendidikan dan Industri Berlanjut
Kolaborasi antara Poltekpar NHI Bandung dan Wyndham menunjukkan bahwa penguatan pendidikan vokasi dapat berjalan melalui tiga jalur sekaligus, yakni peningkatan fasilitas praktik, pengalaman kerja melalui pemagangan, dan peluang penyerapan lulusan ke industri.
Program berkelanjutan tersebut diharapkan semakin mendekatkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata industri perhotelan. Di sisi lain, mahasiswa juga memperoleh bekal yang lebih relevan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. ***(Chq)






