Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Desa Aktif Tingkatkan IPM

Sabtu, 5 September 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan pengarahan kepada kepala desa di Kabupaten Sumedang. (Foto: Humas Jabar)

Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan pengarahan kepada kepala desa di Kabupaten Sumedang. (Foto: Humas Jabar)

Kabupaten Sumedang, Kabar Pajajaran – Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mendorong desa aktif meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Herman, pemerintah desa memiliki peran penting dalam menangani persoalan masyarakat secara langsung. Intervensi tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, pengangguran, hingga kemiskinan.

Karena itu, pemerintah desa perlu menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut membantu pemerintah menentukan kebutuhan warga secara lebih tepat. Dengan demikian, berbagai program dapat menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

SADA Jabar Bantu Desa Petakan Persoalan Warga

Pemprov Jawa Barat akan mendampingi pemerintah desa melalui aplikasi Satu Data Jawa Barat (SADA Jabar). Aplikasi tersebut mengintegrasikan berbagai data sektoral masyarakat secara lebih terperinci. Data tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kemiskinan, serta sosial kependudukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SADA Jabar juga terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, data pembangunan Jawa Barat turut terhubung dalam sistem tersebut. Integrasi ini memungkinkan pemerintah memetakan masyarakat berdasarkan by name by address. Pemetaan tersebut menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai dasar identifikasi.

Dengan demikian, pemerintah desa dapat menentukan intervensi sesuai kondisi warga. Herman menyampaikan hal tersebut kepada kepala desa se-Kecamatan Situraja. Kegiatan berlangsung di Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jumat (4/9/2026). “Pak Kuwu dan Pak Camat harus mengikhtiarkan penanganan melalui SADA Jabar,” ujar Herman.

ATS, Stunting, dan Pengangguran Jadi Perhatian

Herman mencontohkan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai salah satu prioritas. Menurutnya, kepala desa harus mengetahui anak yang masuk kategori ATS. Data tersebut kemudian membantu pemerintah menentukan kebutuhan setiap anak. “Usia 6-12 tahun tidak boleh ada yang tidak sekolah,” tegas Herman.

Pemerintah desa dapat membantu kebutuhan pendidikan seperti sepatu, seragam, dan buku. Langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan jumlah ATS di Jawa Barat. Selanjutnya, Herman menyoroti persoalan stunting dan kesehatan masyarakat.

Kepala desa perlu memantau kondisi ibu hamil serta kelompok masyarakat rentan. Bagi keluarga mampu, pemerintah dapat memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi. Sementara itu, keluarga membutuhkan dapat memperoleh dukungan melalui koordinasi lintas pihak. Bantuan tersebut dapat berupa telur, susu, hingga vitamin sesuai kebutuhan.

Herman juga menyoroti penanganan tuberkulosis atau TBC di tingkat desa. Kepala desa perlu memastikan pasien menjalani pengobatan hingga sembuh. Koordinasi dengan puskesmas dapat membantu pemerintah desa menjalankan langkah tersebut.

Selain kesehatan, pemerintah desa juga perlu menangani persoalan pengangguran. Data warga yang belum bekerja perlu tersedia secara rinci. Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan intervensi secara lebih tepat sasaran.

Camat Diminta Perkuat Pendampingan Pemerintah Desa

Herman mendorong para camat memastikan dukungan teknis bagi pemerintah desa. Dukungan tersebut terutama berkaitan dengan pengoperasian aplikasi SADA Jabar. Melalui aplikasi tersebut, camat dapat memantau data sektoral wilayahnya.

Camat juga dapat melihat perkembangan penanganan persoalan masyarakat oleh pemerintah desa. Karena itu, koordinasi antara camat dan kepala desa menjadi sangat penting. Herman berharap pola kerja berbasis data menghasilkan intervensi yang tepat sasaran.

Langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara langsung. Pada akhirnya, peningkatan kualitas hidup akan mendorong kenaikan IPM Jawa Barat. “Jangan ada yang menganggur, jangan ada yang miskin, ATS turun,” ujar Herman. Dengan pendekatan tersebut, Herman optimistis IPM Jawa Barat dapat terus meningkat.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026
Jabar Raih Apresiasi Daerah Peduli Iklim Investasi dari Kompas TV
Ramaikan GIIAS Bandung 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen
Pemprov Jabar Kirim 100 Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Senin, 14 September 2026 - 06:14 WIB

KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan

Minggu, 13 September 2026 - 19:00 WIB

Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 18:05 WIB

Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB