Dedi Mulyadi Desak Hukuman Maksimal untuk Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan YTR

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadiri HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolda Jabar, Rabu (1/7/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadiri HUT Bhayangkara ke-80 di Mapolda Jabar, Rabu (1/7/2026)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman maksimal kepada Taufik Hidayat (TH), tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap YTR.

Dedi menyampaikan permintaan tersebut usai menghadiri peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Markas Polda Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Ia menilai proses hukum harus berjalan secara objektif sesuai fakta yang terungkap dalam persidangan.

Menurut Dedi, majelis hakim perlu memberikan hukuman yang setimpal apabila seluruh dakwaan terhadap tersangka terbukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harapannya tentu hukuman maksimal sesuai dengan apa yang dilakukan,” kata Dedi.

Dedi Soroti Dampak Berat yang Dialami Korban

Dedi menegaskan, hukuman harus mempertimbangkan dampak yang dialami korban. Ia menilai dugaan penyekapan, penculikan, dan kekerasan yang menyebabkan cacat permanen merupakan tindak pidana serius.

Ia mengatakan, apabila persidangan membuktikan seluruh perbuatan tersebut, maka putusan pengadilan harus mencerminkan beratnya tindakan pelaku.

“Kalau nanti terbukti melakukan penyekapan, penculikan, dan kekerasan hingga korban mengalami cacat permanen seumur hidup, tentu pelaku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya sesuai hukum,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai bentuk hukuman yang diharapkan, Dedi menyerahkan sepenuhnya kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus Terungkap Setelah Korban Dirawat di RSHS

Kasus ini mencuri perhatian publik setelah YTR menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan kondisi luka serius. Tim medis juga menyatakan korban mengalami kebutaan permanen dan membutuhkan penanganan intensif.

Keluarga korban kemudian melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026). Polisi menerima laporan itu dengan nomor LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT.

Setelah menerima laporan, penyidik memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti sebelum menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka.

Polisi Sempat Tetapkan Tersangka sebagai DPO

Setelah penyidik menetapkan status tersangka, Taufik Hidayat tidak berada di lokasi yang diketahui sehingga polisi memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran selama beberapa hari hingga akhirnya menangkap tersangka di wilayah Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (24/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Penangkapan tersebut mengakhiri pencarian terhadap tersangka yang juga diketahui pernah menjalani proses hukum dalam kasus serupa pada 2020.

Polisi Libatkan Ahli Kejiwaan

Kapolda Jawa Barat menilai dugaan tindakan yang dilakukan tersangka terhadap korban tergolong sadis. Oleh karena itu, penyidik berencana melibatkan ahli kejiwaan untuk mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi psikologis tersangka selama penyidikan berlangsung.

Pemprov Jabar Dampingi Pemulihan Korban

Di sisi lain, YTR masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Pihak rumah sakit membatasi kunjungan agar korban dapat fokus menjalani pemulihan fisik maupun psikologis.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan akan terus mendampingi proses pemulihan korban. Dedi Mulyadi menyatakan pemerintah daerah siap membantu pembiayaan pengobatan hingga seluruh rangkaian perawatan selesai.

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut masih terus bergulir. Penyidik melengkapi berkas perkara sebelum melimpahkannya ke kejaksaan untuk proses hukum berikutnya.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru