Bank Ramai-Ramai Kurangi Kantor Cabang, Nasabah Beralih ke Layanan Digital

Senin, 29 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Transaksi Digital

Ilustrasi Transaksi Digital

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Perkembangan layanan perbankan digital terus mengubah wajah industri perbankan nasional. Meningkatnya penggunaan mobile banking dan internet banking membuat sejumlah bank mulai mengurangi jumlah kantor cabang sebagai bagian dari strategi efisiensi sekaligus menyesuaikan perubahan perilaku nasabah.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi sepanjang Mei 2026. Angka tersebut meningkat 28,14 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan memperlihatkan semakin besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis digital.

Mobile Banking Jadi Andalan Nasabah

Lonjakan transaksi digital terutama berasal dari layanan mobile banking. BI mencatat transaksi melalui mobile banking tumbuh 26,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, transaksi melalui internet banking juga naik 15,51 persen secara tahunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat semakin nyaman memanfaatkan layanan digital untuk berbagai kebutuhan keuangan, mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, hingga transaksi belanja.

Perubahan pola transaksi ini mendorong perbankan mengoptimalkan jaringan layanan fisik tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada nasabah.

Sejumlah Bank Kurangi Jaringan Kantor

Laporan keuangan kuartal I-2026 memperlihatkan beberapa bank besar mulai mengurangi jumlah kantor cabangnya.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) masih menjadi bank dengan jaringan kantor terbanyak di Indonesia. Meski demikian, jumlah kantornya turun menjadi 7.377 unit dari 7.488 unit pada kuartal I-2025.

PT Bank Mandiri Tbk juga mengurangi jumlah kantornya menjadi 2.151 unit, turun dibandingkan 2.169 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Langkah serupa dilakukan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Perseroan kini memiliki 1.774 kantor, sedikit berkurang dari 1.779 kantor pada kuartal I-2025.

BCA Justru Tambah Kantor Cabang

Di tengah tren efisiensi jaringan kantor, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengambil langkah berbeda. Perseroan justru menambah jumlah kantor cabangnya menjadi 1.270 unit dari sebelumnya 1.264 unit.

Penambahan tersebut menunjukkan setiap bank memiliki strategi bisnis yang berbeda dalam menyeimbangkan layanan digital dan jaringan fisik.

CIMB Niaga Andalkan Kanal Digital

PT Bank CIMB Niaga Tbk menjadi salah satu bank yang paling agresif mengembangkan layanan digital. Hingga kuartal I-2026, sekitar 90,6 persen transaksi nasabah telah berlangsung melalui berbagai kanal di luar kantor cabang.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan tren transaksi digital membuat kebutuhan penambahan kantor cabang semakin kecil, khususnya di kota-kota besar.

Menurutnya, pertumbuhan transaksi saat ini lebih banyak berasal dari kanal digital, sedangkan aktivitas di kantor cabang terus mengalami penurunan.

Karena itu, CIMB Niaga belum memiliki rencana menambah jumlah kantor cabang dalam waktu dekat.

Hingga akhir kuartal I-2026, CIMB Niaga memiliki 459 kantor cabang, turun dibandingkan 474 kantor pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, perseroan tetap melakukan relokasi kantor cabang agar sesuai dengan kebutuhan bisnis serta karakteristik nasabah di setiap daerah.

BSI Pertahankan Seluruh Jaringan

Berbeda dengan bank lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memilih mempertahankan seluruh jaringan kantornya.

Hingga kuartal I-2026, BSI tetap mengoperasikan 1.039 kantor cabang, sama seperti tahun sebelumnya.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menilai kantor cabang masih memiliki peran penting untuk memperluas akses layanan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan tatap muka.

Dengan jumlah nasabah yang telah melampaui 23,7 juta orang, BSI akan terus mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan kantor agar keduanya saling melengkapi.

Selain mengoptimalkan kantor yang sudah ada, BSI juga terus mengevaluasi kinerja setiap jaringan berdasarkan kebutuhan bisnis di masing-masing wilayah.

Bank Muamalat Nilai Kantor Cabang Masih Relevan

Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Imam Teguh Saptono, juga menilai keberadaan kantor cabang masih sangat dibutuhkan.

Menurutnya, layanan tatap muka tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat di wilayah yang belum memiliki infrastruktur digital memadai maupun tingkat literasi digital yang masih terbatas.

Ia menegaskan jaringan kantor Bank Muamalat saat ini sudah cukup untuk mendukung aktivitas bisnis perseroan di seluruh Indonesia.

Digitalisasi Tidak Menghapus Peran Kantor Cabang

Transformasi digital memang mengubah cara masyarakat bertransaksi. Namun, sebagian besar bank masih memandang kantor cabang sebagai bagian penting dari ekosistem layanan perbankan.

Ke depan, industri perbankan diperkirakan akan mengadopsi strategi hibrida dengan memadukan layanan digital yang semakin dominan dan jaringan kantor fisik yang lebih efisien. Strategi tersebut memungkinkan bank meningkatkan produktivitas sekaligus tetap menjangkau nasabah yang membutuhkan layanan secara langsung.

Jumlah Jaringan Kantor Bank Kuartal I-2026

  • BRI: 7.377 kantor (Kuartal I-2025: 7.488)
  • Bank Mandiri: 2.151 kantor (2.169)
  • BNI: 1.774 kantor (1.779)
  • BCA: 1.270 kantor (1.264)
  • BSI: 1.039 kantor (1.039)
  • BTN: 757 kantor (736)
  • CIMB Niaga: 459 kantor (474)
  • Bank Danamon: 361 kantor (354)
  • Permata Bank: 232 kantor (240)
  • OCBC: 201 kantor (205)
Facebook Comments Box

Sumber Berita: Kontan

Berita Terkait

Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya
Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.124 per Dolar AS, Cek Nilai Tukar BCA, Mandiri, dan BNI
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, IHSG Terancam Tertekan, Investor Asing Berpotensi Lanjut Net Sell
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juli 2026 Naik Rp5.000, Kini Tembus Rp2.655.000 per Gram
TikTok-Tokopedia Bantah Isu PHK Massal, Penataan SDM Berjalan Sejak Akuisisi ByteDance
Pajak Pedagang Online Mulai Berlaku, Kemenkeu Bidik Penerimaan Sektor Digital Tembus Rp24 Triliun
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juni 2026 Masih Stabil, Buyback Bertahan di Rp2,466 Juta per Gram

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 12 Kg dan 5,5 Kg Mulai 14 Juli 2026, Ini Daftar Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.124 per Dolar AS, Cek Nilai Tukar BCA, Mandiri, dan BNI

Senin, 13 Juli 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, IHSG Terancam Tertekan, Investor Asing Berpotensi Lanjut Net Sell

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juli 2026 Naik Rp5.000, Kini Tembus Rp2.655.000 per Gram

Berita Terbaru