JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah mengakui kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PLN pada 2026 belum terpenuhi sepenuhnya. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih dapat diatasi dan tidak akan mengganggu pasokan listrik nasional dalam jangka panjang.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, menyampaikan kebutuhan batu bara PLN tahun ini mencapai sekitar 154 juta ton. Namun hingga saat ini, kontrak pasokan yang telah terealisasi baru mencapai sekitar 134 juta ton.
“Kita masih memiliki selisih sekitar 18 hingga 20 juta ton yang perlu dipenuhi,” ujar Qodari saat menghadiri kegiatan di Jakarta, Senin (22/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Cari Solusi Tutup Kekurangan Pasokan
Qodari menegaskan pemerintah terus memetakan sumber permasalahan dan menyiapkan langkah percepatan untuk menutup kekurangan pasokan tersebut. Menurut dia, Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di dunia memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Ia menjelaskan kebutuhan batu bara PLN merupakan agenda rutin yang selalu masuk dalam perencanaan jangka panjang. Karena itu, pemerintah optimistis dapat menemukan solusi yang tepat dalam waktu dekat.
“Pemerintah akan mengkaji seluruh aspek yang menyebabkan adanya kekurangan pasokan dan segera menyelesaikannya,” katanya.
Presiden Prabowo Beri Perhatian Khusus
Qodari juga memastikan Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan kondisi kelistrikan nasional. Presiden disebut memberikan perhatian khusus terhadap berbagai laporan pemadaman listrik yang muncul di sejumlah daerah.
Menurut Qodari, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasokan listrik agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak terganggu.
“Presiden sangat memberi perhatian terhadap persoalan ini dan meminta penanganan dilakukan secara serius,” tegasnya.
PLN Sebut Kondisi Sistem Kelistrikan Mulai Membaik
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, melaporkan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai menunjukkan perbaikan. PLN berhasil mengurangi pemadaman bergilir yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Darmawan menyampaikan perkembangan tersebut usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Menurutnya, pasokan energi primer yang sesuai kebutuhan pembangkit mulai kembali mengalir. Kondisi itu memperkuat keandalan sistem kelistrikan yang sebelumnya mengalami tekanan.
Gangguan Pembangkit Sempat Perburuk Kondisi
Selain persoalan pasokan energi primer, PLN juga menghadapi kendala teknis pada dua pembangkit besar milik mitra perusahaan. Gangguan tersebut membuat kedua pembangkit keluar dari sistem dan menurunkan kemampuan pasokan listrik.
Namun PLN bergerak cepat melakukan penanganan sehingga sistem kelistrikan berangsur pulih. Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul akibat pemadaman bergilir.
Dengan membaiknya pasokan energi dan pulihnya sejumlah pembangkit, PLN optimistis dapat menjaga keandalan listrik nasional serta meminimalkan potensi pemadaman pada periode berikutnya. ***(Ant)






