KABAR PAJAJARAN – Pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa memicu gelombang keluhan di media sosial. Warga dari berbagai kalangan mengungkapkan kekecewaan karena gangguan listrik menghambat aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kerugian ekonomi.
Keluhan datang dari ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, hingga penghobi hewan peliharaan. Banyak warga membagikan pengalaman mereka selama pemadaman berlangsung.
ASI Perah Rusak Akibat Listrik Padam
Salah satu curhatan yang viral berasal dari seorang ibu menyusui. Ia mengaku kehilangan cadangan ASI perah yang telah dikumpulkan selama berbulan-bulan setelah lemari pendingin berhenti bekerja saat listrik padam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Unggahan tersebut menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Sejumlah ibu menyusui lainnya juga mengaku menghadapi masalah serupa akibat gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ikan Peliharaan Mati dan Kerugian Rumah Tangga
Selain mengganggu penyimpanan makanan dan minuman, pemadaman listrik juga memengaruhi pemilik ikan hias. Beberapa warga melaporkan kematian ikan peliharaan karena pompa air dan sistem filtrasi berhenti beroperasi.
Keluhan mengenai kerugian rumah tangga terus bermunculan di media sosial. Banyak warga menilai pemadaman bergilir berlangsung pada waktu yang kurang tepat dan mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Pelaku Usaha Makanan Tanggung Kerugian Besar
Dampak yang lebih berat menimpa pelaku usaha makanan dan minuman. Sejumlah pemilik usaha mengaku kehilangan bahan baku karena fasilitas pendingin tidak dapat berfungsi selama pemadaman berlangsung.
Seorang pelaku usaha menyebut sekitar 100 kilogram ayam miliknya membusuk setelah pasokan listrik terhenti dalam waktu lama. Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha menanggung kerugian yang tidak sedikit.
Pelaku UMKM lainnya juga mengeluhkan penurunan produksi dan terganggunya pelayanan kepada pelanggan. Mereka berharap pasokan listrik segera kembali normal agar aktivitas usaha dapat berjalan seperti biasa.
Industri Rumah Tangga Ikut Terdampak
Pemadaman bergilir juga menghambat aktivitas industri rumah tangga yang bergantung pada mesin listrik. Beberapa pelaku usaha mengurangi jam produksi, sementara yang lain menghentikan operasional untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena gangguan listrik berpotensi menekan pendapatan usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman
PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa gangguan teknis pada dua pembangkit besar mengurangi kemampuan pasokan listrik di sistem Jawa. Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, PLN menerapkan manajemen beban melalui pemadaman bergilir.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan gangguan tersebut terjadi pada dua pembangkit yang dikelola perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP).
Menurut Gregorius, PLN harus mengambil langkah pengaturan beban agar sistem kelistrikan tetap stabil selama proses pemulihan berlangsung.
PLN Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Perusahaan juga terus mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik kembali normal.
Saat ini PLN fokus memperkuat pasokan energi primer untuk pembangkit utama di Pulau Jawa. Selain itu, perusahaan mempercepat distribusi batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
PLN optimistis kondisi ini hanya berlangsung sementara. Seiring membaiknya pasokan energi dan pulihnya operasional pembangkit yang mengalami gangguan, perusahaan akan menghentikan pemadaman bergilir secara bertahap.
Perusahaan juga mengapresiasi dukungan para pemasok batu bara yang membantu menjaga pasokan energi bagi pembangkit listrik. PLN berharap langkah tersebut dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat. ***(Chq)






