KABAR PAJAJARAN – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menjadi sorotan publik setelah pelaksanaan lomba cerdas cermat 4 Pilar MPR RI di Pontianak memicu kontroversi. Polemik muncul usai beredarnya video penilaian dewan juri yang dinilai tidak konsisten terhadap jawaban peserta.
Kompetisi tersebut menghadirkan tiga sekolah yang lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Jawaban Sama, Penilaian Berbeda
Kontroversi bermula saat sesi rebutan soal membahas peran DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Salah satu peserta dari regu C yang berasal dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota BPK oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan pengesahan presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, dewan juri yang dipimpin Dyastasita WB menyatakan jawaban tersebut salah. Juri kemudian mengurangi nilai regu C sebesar lima poin.
Tak lama berselang, juri kembali membacakan pertanyaan yang sama. Kali ini, peserta dari regu B SMAN 1 Sambas memberikan jawaban dengan isi yang serupa. Dewan juri justru menyatakan jawaban itu benar dan memberikan tambahan nilai 10 poin.
Keputusan tersebut memicu protes dari regu C. Mereka menilai jawaban yang disampaikan tidak berbeda dengan jawaban regu B.
“Kami tadi menjawabnya sama seperti grup B,” ujar salah satu anggota regu C dalam video yang beredar di media sosial.
Juri Singgung Artikulasi Peserta
Dewan juri tetap mempertahankan keputusan penilaian. Juri menilai regu C tidak menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas sehingga menimbulkan perbedaan penafsiran.
Juri lainnya, Indri Wahyuni, juga mengingatkan peserta agar memperhatikan pelafalan saat menjawab pertanyaan.
“Artikulasi itu penting. Jika dewan juri tidak mendengar dengan jelas, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar Indri.
Meski demikian, regu C tetap meminta klarifikasi karena merasa telah memberikan jawaban yang sesuai. Pembawa acara kemudian meminta peserta menerima keputusan dewan juri.
Video Viral dan Tuai Kritik Netizen
Video perdebatan tersebut akhirnya viral di media sosial. Banyak warganet menilai dewan juri tidak konsisten dalam memberikan penilaian karena dua jawaban yang dianggap serupa memperoleh hasil berbeda.
Polemik itu kemudian mendapat perhatian publik hingga mendorong Wakil Ketua MPR RI menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang terjadi dalam lomba tersebut.
Peristiwa ini juga memicu sorotan terhadap profesionalisme pelaksanaan lomba edukasi tingkat nasional, terutama terkait transparansi dan objektivitas penilaian dewan juri. ***(Ant)






