1.721 Pekerja Kena PHK di Jabar, Disnaker Pastikan Hak Buruh Tetap Terpenuhi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan hak pekerja terdampak PHK tetap terpenuhi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Foto: Ilustrasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan hak pekerja terdampak PHK tetap terpenuhi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Foto: Ilustrasi

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan hak-hak pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap terpenuhi di tengah meningkatnya angka PHK pada kuartal pertama 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menyebut pemerintah fokus memastikan para pekerja yang kehilangan pekerjaan tetap mendapat perlindungan dan akses pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang terkena PHK di Jawa Barat selama kuartal I 2026 mencapai 1.721 orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Jabar Bentuk Tim Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak, Fokus Perangi TPPO

Hak Pekerja Dipastikan Dibayar

Kim Agung mengatakan, sejumlah hak pekerja yang dipastikan tetap diberikan setelah PHK meliputi pesangon atau kompensasi, klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), hingga Jaminan Hari Tua.

Selain itu, pemerintah juga mendorong agar pekerja terdampak dapat kembali masuk ke dunia kerja atau memulai usaha mandiri.

“Kami memastikan adanya program-program stimulus dari pemerintah yang bisa meringankan dunia industri,” ujarnya, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh.

Dampak Krisis Global

Menurutnya, gelombang PHK yang terjadi saat ini dipengaruhi faktor eksternal maupun internal.

Salah satu faktor utama adalah krisis global yang dipicu konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar, plastik, dan sejumlah komoditas lainnya.

Kondisi tersebut turut mempengaruhi industri ekspor dan berdampak terhadap sektor industri di Jawa Barat.

Baca juga: Filosofi Mahkota Binokasih Terungkap, Simbol Kasih Sayang dan Kearifan Sunda

Perlindungan Buruh Jadi Sorotan May Day

Perlindungan terhadap ancaman PHK menjadi salah satu isu utama yang disuarakan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini.

Ketidakpastian ekonomi global dinilai semakin memperberat kondisi pekerja di berbagai sektor usaha.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus melakukan langkah mitigasi agar gelombang PHK tidak semakin meluas dan stabilitas industri tetap terjaga.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Tumbuhkan Generasi Emas Berbudaya
Sinergi dengan Kementerian HAM, Pemda Provinsi Jabar Perkuat Implementasi HAM di Berbagai Sektor
Gubernur KDM Resmikan PSEL Legok Nangka, Jawa Barat Percepat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Pemprov Jabar Ambil Alih Teras Cihampelas, Penataan Ditargetkan Rampung Oktober 2026

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Tumbuhkan Generasi Emas Berbudaya

Berita Terbaru