Kematian Huru Disusul Hara, Kasus Harimau Benggala di Bandung Zoo Disorot

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua anak Harimau benggala jantan di Bandung Zoo (Instagram Bandung Zoo)

Dua anak Harimau benggala jantan di Bandung Zoo (Instagram Bandung Zoo)

Bandung, Kabar Pajajaran – Kabar duka kembali datang dari Bandung Zoo. Anak harimau benggala bernama Hara dilaporkan mati, menyusul saudaranya, Huru, yang lebih dulu mati beberapa hari sebelumnya.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Ery Mildranaya, membenarkan kabar kematian dua satwa tersebut.

“Betul (kematian harimau kedua),” ujar Ery saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (26/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahir Juli 2025 dari Induk yang Sama

Huru dan Hara diketahui lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk harimau benggala bernama Shah Rukh Khan dan Jelita. Kematian dua anak harimau ini terjadi dalam waktu berdekatan.

Namun hingga kini, pihak BBKSDA Jabar belum membeberkan penyebab pasti kematian keduanya.

“Kami masih siapkan pers rilisnya,” tambah Ery.

Dugaan Terinfeksi Virus Sejak Lahir

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkap dugaan awal penyebab kematian Hara. Ia menyebut anak harimau tersebut kemungkinan terpapar virus yang dibawa induknya sejak lahir.

Menurut Farhan, baik Hara maupun Huru diduga telah terinfeksi virus sejak dilahirkan.

“Induknya menjadi carrier virus khas keluarga kucing besar. Keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan,” ujarnya, Rabu (25/3).

Diduga Terserang Panleukopenia

Farhan menyebut virus yang menyerang anak harimau tersebut adalah panleukopenia, penyakit yang umum menyerang kucing besar dan dapat menurunkan jumlah sel darah putih.

Ia menjelaskan, induk harimau diduga sudah memiliki kekebalan, namun kondisi anak yang masih lemah membuat peluang bertahan hidup menjadi kecil.

“Induknya sudah kebal, tetapi anaknya lemah. Detailnya akan saya tinjau langsung,” katanya.

Hingga kini, publik masih menunggu keterangan resmi dari BBKSDA Jabar terkait penyebab pasti kematian dua anak harimau benggala tersebut, termasuk langkah evaluasi pengelolaan satwa di Bandung Zoo. ***(chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo
HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB