Gempa M5,4 di Laut Selatan Sukabumi Picu Kepanikan Warga, BMKG Ungkap Penyebabnya

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat, 13 Maret 2026 Dini hari WIB

Ilustrasi Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat, 13 Maret 2026 Dini hari WIB

Sukabumi, Kabar Pajajaran – Gempa bumi mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Getaran gempa yang cukup kuat membuat sejumlah warga di beberapa daerah terbangun dari tidur dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Menurut laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 02.18 WIB dengan magnitudo terkini sebesar 5,3. Pusat gempa berada di wilayah laut selatan Kabupaten Sukabumi.

Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,04 derajat Lintang Selatan dan 106,86 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 121 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman mencapai 53 kilometer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di zona pertemuan lempeng.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan jenis pergerakan patahan yang terjadi adalah geser atau strike-slip, yaitu pergeseran dua blok batuan secara horizontal.

Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di wilayah Sukabumi, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Barat dengan tingkat getaran yang berbeda-beda.

Wilayah Cidolog dan Ciracap dilaporkan mengalami intensitas IV MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian warga terbangun dari tidur.

Sementara itu, beberapa daerah seperti Tasikmalaya, Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, Cimanggu, Campaka, Jampang Tengah, Kadupandak, hingga Tegal Buleud merasakan gempa dengan intensitas III hingga IV MMI.

Getaran juga tercatat terasa di Bayah, Klapanunggal, dan Kabupaten Bandung dengan skala intensitas III MMI. Adapun wilayah Pangandaran dan Ciamis merasakan getaran lebih ringan dengan intensitas II hingga III MMI.

Tidak Berpotensi Tsunami

Meski terjadi di wilayah laut, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan dan karakteristik sumber gempa yang dianalisis oleh para ahli.

Selain itu, hingga sekitar pukul 02.50 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan atau aftershock dari peristiwa tersebut.

Masyarakat tetap diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa di wilayah Indonesia.

Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik atau Ring of Fire, Indonesia memang memiliki aktivitas gempa yang cukup tinggi akibat pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi potensi bencana alam tersebut. *** (Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan
Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Viral Kopdes Merah Putih di Kaki Gunung Ciremai, Lokasinya Jauh dari Permukiman Warga
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Tumbuhkan Generasi Emas Berbudaya

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ketua PKK Jabar Tekankan Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kirab Merah Putih di Bogor, Sekda Jabar: Perjuangan Kini Harus Turunkan Kemiskinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Berita Terbaru