Washington, Kabar Pajajaran – Donald Trump mengklaim operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militer negara tersebut. Menurutnya, perang yang berlangsung sejak akhir Februari itu kini hampir sepenuhnya tuntas.
Dalam wawancara telepon dengan CBS News, Trump menyatakan bahwa militer Iran disebut sudah kehilangan banyak kemampuan tempurnya setelah serangkaian serangan besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel.
“Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya,” kata Trump dalam wawancara dari klub golfnya di Doral, Florida, Senin (9/3) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan militer terhadap Iran dimulai sejak 28 Februari lalu dan memicu eskalasi konflik baru di kawasan Timur Tengah. Operasi militer tersebut dikenal dengan nama Operation Epic Fury.
Menurut Trump, berbagai fasilitas militer Iran telah dihancurkan dalam serangan tersebut.
“Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka dihancurkan di mana-mana,” ujar Trump.
Sebelumnya, militer AS menyebut lebih dari 3.000 target di wilayah Iran telah diserang hanya dalam pekan pertama operasi militer tersebut.
Trump juga menegaskan bahwa jalannya perang berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Sebelumnya, ia memperkirakan konflik tersebut dapat berlangsung selama empat hingga lima pekan.
“Kita sangat jauh lebih cepat dari jadwal,” ujarnya.
Namun ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Trump memberikan jawaban yang lebih hati-hati.
“Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung kepemimpinan baru Iran setelah wafatnya Ali Khamenei. Posisi pemimpin tertinggi kini dipegang oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Namun Trump menolak memberikan pesan khusus kepada pemimpin baru Iran tersebut.
“Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak,” ujar Trump.
Ia bahkan mengisyaratkan bahwa dirinya memiliki sosok lain dalam pikirannya untuk menggantikan kepemimpinan Iran, meski tidak menjelaskan lebih lanjut siapa yang dimaksud.
Pernyataan Trump itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. *** (Ant)
















