Ribuan Penerbangan Terganggu Konflik Timur Tengah, Tiket Pesawat Terancam Mahal

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pesawat Boeing 777-300ER (Foto Boeing)

Ilustrasi Pesawat Boeing 777-300ER (Foto Boeing)

Kabar Pajajaran – Ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memberikan dampak langsung pada industri penerbangan global. Salah satu efek yang dikhawatirkan adalah potensi kenaikan harga tiket pesawat internasional.

Dilaporkan oleh media bisnis internasional Fortune, sejumlah maskapai dunia terpaksa mengalihkan jalur penerbangan untuk menghindari wilayah udara Timur Tengah yang dianggap berisiko akibat meningkatnya konflik.

Rute penerbangan dialihkan

Beberapa negara di kawasan Timur Tengah telah menutup atau membatasi wilayah udaranya untuk penerbangan sipil. Wilayah udara di Iran, Irak, Qatar, serta Uni Emirat Arab tidak lagi dapat dilintasi seperti biasa oleh pesawat komersial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, banyak maskapai harus memutar rute penerbangan melalui jalur yang lebih jauh demi alasan keamanan.

Perubahan jalur ini membuat durasi penerbangan menjadi lebih lama sekaligus meningkatkan konsumsi bahan bakar pesawat.

Biaya operasional maskapai meningkat

Pengalihan rute penerbangan tidak hanya berdampak pada penggunaan bahan bakar yang lebih besar, tetapi juga menambah berbagai biaya operasional lain.

Maskapai harus menyesuaikan jadwal kru, menambah waktu terbang, hingga mengatur ulang rotasi pesawat yang sebelumnya telah dijadwalkan secara efisien.

Kondisi ini juga memicu gangguan operasional yang cukup besar di industri penerbangan global. Ribuan penerbangan dilaporkan mengalami pembatalan atau penundaan akibat pembatasan wilayah udara tersebut.

Maskapai di Dubai dan Doha terdampak

Sejumlah maskapai yang beroperasi dari pusat penerbangan utama di kawasan Timur Tengah, seperti di Dubai dan Doha, turut terdampak signifikan.

Beberapa operator penerbangan terpaksa menghentikan sementara layanan tertentu atau melakukan penjadwalan ulang untuk menghindari wilayah udara yang berisiko.

Potensi kenaikan harga tiket

Dengan meningkatnya biaya operasional maskapai, para analis memperkirakan harga tiket pesawat internasional berpotensi mengalami kenaikan jika konflik di Timur Tengah berlangsung dalam waktu lama.

Selain berdampak pada harga tiket, ketidakstabilan geopolitik juga dapat memengaruhi jadwal penerbangan dan konektivitas perjalanan internasional.

Jika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tidak segera mereda, industri penerbangan global diperkirakan masih akan menghadapi tekanan dalam beberapa waktu ke depan. ✈️

Facebook Comments Box

Berita Terkait

16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus
Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti
Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan
Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi
Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS
Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Gejolak Timur Tengah
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Mall Runtuh dan Pabrik Ambruk, Puluhan Orang Terluka
Jutaan Pelayat Iringi Jenazah Ali Khamenei ke Qom, Iran Lanjutkan Prosesi Pemakaman

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:00 WIB

16 Negara yang Merayakan Kemerdekaan dan Hari Nasional pada Agustus, Indonesia 17 Agustus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Kacamata Gerhana Matahari Langka di Inggris, Warga Rela Antre hingga Berburu di Toko Roti

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Kebakaran Bromo Tutup Seluruh Akses Wisata, 6 Trip Jip Dibatalkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Indonesia Pimpin Pasar Penerbangan Domestik Asia Tenggara, Kapasitas Capai 8,74 Juta Kursi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rencana Penutupan Konsulat AS di Medan Tuai Sorotan, Ini Kata Pemerintah AS

Berita Terbaru