Eropa Ikut Turun Tangan! Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Hadapi Iran

Senin, 2 Maret 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Iron Dome Israel (Google)

Ilustrasi Iron Dome Israel (Google)

Kabar Pajajaran – Ketegangan konflik Timur Tengah kini tak lagi hanya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Tiga kekuatan utama Eropa — Perancis, Jerman, dan Inggris — menyatakan kesiapan mengambil langkah defensif terhadap Iran jika situasi terus memburuk.

Dalam pernyataan bersama pada Minggu (1/3/2026), ketiga negara tersebut mengecam keras serangan rudal Iran yang dinilai tidak proporsional dan membahayakan kepentingan sekutu Barat di kawasan Teluk.

Eropa Kaget, Kepentingan Strategis Terancam

Menurut pernyataan resmi yang dikutip AFP, serangan Iran disebut telah mengancam personel militer dan warga sipil Eropa di kawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh wilayah,” bunyi pernyataan tersebut.

Langkah ini menandai perubahan penting dalam dinamika konflik: Eropa yang sebelumnya cenderung berhati-hati kini secara terbuka menyatakan kesiapan bertindak bersama Amerika Serikat dan sekutu Timur Tengah.

Pangkalan Multinasional Jadi Target

Iran dilaporkan meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke sejumlah titik strategis, termasuk pangkalan militer multinasional dekat Arbil, Irak utara, serta kamp tentara Jerman di timur Yordania. Meski tidak ada korban jiwa, serangan ini dinilai sebagai pesan keras Teheran kepada blok Barat.

Serangan tersebut terjadi setelah operasi militer gabungan AS–Israel menghantam Iran sejak Sabtu (28/2/2026).

Dampak Kematian Khamenei

Eskalasi besar-besaran ini dipicu oleh wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam rangkaian serangan sebelumnya.

Garda Revolusi Iran mengumumkan operasi balasan berskala luas, yang menyebabkan ledakan terdengar di berbagai kota besar Timur Tengah, termasuk Riyadh, Dubai, Doha, hingga Tel Aviv.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut kematian Khamenei sebagai deklarasi perang terhadap umat Muslim. Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak akan membatasi diri dalam membela rakyatnya.

Konflik Menuju Skala Lebih Luas?

Masuknya kekuatan Eropa dalam posisi siaga menandakan konflik berpotensi meluas menjadi konfrontasi multinasional. Kepentingan energi, keamanan jalur perdagangan, serta stabilitas Teluk menjadi taruhan besar.

Jika eskalasi terus berlanjut, konflik ini bukan lagi sekadar perang regional, melainkan bisa berkembang menjadi krisis global dengan dampak ekonomi dan keamanan yang jauh lebih luas.

Dunia kini menanti: apakah diplomasi masih punya ruang, atau justru blok-blok kekuatan besar mulai bergerak menuju konfrontasi terbuka?

Sumber AFP

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel
Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit
China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source
Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah
AirAsia Dibeli Rp4.300, Kini Hadapi Tekanan Keuangan, Rute Domestik Jadi Sorotan
Drone Houthi Mengarah ke Mekkah, Sistem Pertahanan Udara Saudi Berhasil Mencegat
Harga Solar AS Tembus US$200 per Barrel, IEA Ungkap Krisis Pasokan Global

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Brent Tembus 103,50 Dollar AS per Barrel

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pesawat Flydubai FZ1073 Mendarat Darurat di Arab Saudi, Pilot Ditikam di Kokpit

Senin, 21 September 2026 - 07:00 WIB

China Siapkan Strategi Baru Kuasai AI, Gandeng BRICS Bangun Ekosistem Open Source

Jumat, 18 September 2026 - 15:00 WIB

Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi Jemaah Umrah

Berita Terbaru