Kaget! Produk RI Kena Tarif 104% di Era Trump

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump (Whitehouse.gov)

Presiden AS Donald Trump (Whitehouse.gov)

Kabar Pajajaran – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengenakan bea masuk sementara (countervailing duties) terhadap impor produk sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. Kebijakan ini diumumkan oleh United States Department of Commerce (DOC) sebagai langkah menekan dampak subsidi pemerintah ketiga negara terhadap industri surya dalam negeri AS.

Mengutip laporan Reuters, Kamis (26/2/2026), DOC menetapkan tingkat subsidi umum sebesar:

  • 104,38% untuk Indonesia
  • 125,87% untuk India
  • 80,67% untuk Laos

DOC menilai produsen sel dan panel surya di ketiga negara menerima subsidi yang membuat produk buatan AS kalah bersaing di pasar domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai impor dari Indonesia, India, dan Laos pada 2025 tercatat mencapai sekitar US$ 4,5 miliar atau setara Rp 75,44 triliun, atau hampir dua pertiga dari total impor panel surya AS tahun lalu.

Tarif Individual untuk Perusahaan Indonesia

Selain tarif umum, DOC juga menetapkan bea masuk khusus untuk sejumlah perusahaan.

Untuk Indonesia, tarif dikenakan kepada:

  • PT Blue Sky Solar sebesar 143,3%
  • PT REC Solar Energy sebesar 85,99%

Sementara itu, perusahaan India Mundra Solar dikenakan tarif 125,87%. Adapun perusahaan asal Laos, Solarspace Technology Sole Co dan Vietnam Sunergy Joint Stock Company, dikenakan tarif 80,67%.

Lanjutan Tren Tarif Panel Surya Asia

Kebijakan ini memperpanjang tren pengenaan tarif terhadap panel surya murah dari Asia yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Sebagian besar produk tersebut diketahui diproduksi oleh perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan China.

Sebelumnya, AS juga telah mengenakan tarif tinggi terhadap produk panel surya dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja, yang menyebabkan impor dari keempat negara tersebut merosot tajam.

Kasus ini diajukan oleh aliansi industri domestik, Alliance for American Solar Manufacturing and Trade, yang beranggotakan produsen seperti Hanwha Qcells, First Solar, dan Mission Solar.

Pengacara utama aliansi, Tim Brightbill, menyebut keputusan ini sebagai langkah penting untuk memulihkan persaingan yang adil di pasar AS.

“Produsen Amerika menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun kembali kapasitas dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. Investasi itu tidak akan berhasil jika impor yang diperdagangkan secara tidak adil dibiarkan mendistorsi pasar,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Tahap Berikutnya

Keputusan ini merupakan tahap pertama dari dua proses dalam perkara dagang tersebut. Bulan depan, DOC dijadwalkan mengambil keputusan terpisah untuk menilai apakah perusahaan dari Indonesia, India, dan Laos menjual produknya ke AS di bawah biaya produksi (anti-dumping).

Jika terbukti, potensi tambahan tarif bisa kembali diberlakukan, yang berisiko semakin menekan ekspor panel surya Indonesia ke pasar AS. ***Chokie

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerbau Albino “Donald Trump” di Bangladesh Lolos dari Penyembelihan Setelah Viral
Kabar Mengejutkan dari Timur Tengah: Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi?
Kecelakaan di Tol Paspro Renggut Nyawa Dua Pendamping Gus Hilman
Sembilan WNI Mengaku Mengalami Kekerasan Saat Ditahan Aparat Israel
“Saya Sakit Hati” — Nadiem Kecewa Berat Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Kirim Proposal Damai ke Mediator Pakistan
Sidang Dugaan Korupsi Kemenaker: Kuasa Hukum Sebut Terdakwa Jalankan Sistem yang Telah Berjalan Lama

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:29 WIB

Kerbau Albino “Donald Trump” di Bangladesh Lolos dari Penyembelihan Setelah Viral

Senin, 25 Mei 2026 - 12:00 WIB

Kabar Mengejutkan dari Timur Tengah: Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi?

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:00 WIB

Kecelakaan di Tol Paspro Renggut Nyawa Dua Pendamping Gus Hilman

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

Sembilan WNI Mengaku Mengalami Kekerasan Saat Ditahan Aparat Israel

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:00 WIB

“Saya Sakit Hati” — Nadiem Kecewa Berat Usai Dituntut 18 Tahun Penjara

Berita Terbaru

Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka berkomitmen mengawal kebutuhan anggaran cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Forum Koordinator Cabor Kabupaten Majalengka dengan DPRD Majalengka di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (3/6/2026).

Olahraga

Forum Cabor Mengadu ke DPRD, Anggaran Porprov Jadi Sorotan

Rabu, 3 Jun 2026 - 18:00 WIB