Kabar Pajajaran – Banyak orang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar, bekerja, bahkan berpindah karier, namun tetap merasa tidak berkembang secara optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan dalam memahami dan mengembangkan potensi diri sejak awal.
Selama ini, pengembangan manusia kerap difokuskan pada upaya memperbaiki kelemahan, bukan menguatkan potensi bawaan. Padahal, setiap individu memiliki bakat alami yang jika dikenali dan dikembangkan dengan tepat, dapat menjadi sumber kekuatan utama dalam menjalani peran hidup, pendidikan, keluarga, maupun karier.
Pendekatan inilah yang menjadi dasar metode Talents Mapping, sebuah asesmen potensi diri berbasis bakat yang telah digunakan secara luas di berbagai konteks pengembangan manusia. Talents Mapping menekankan pentingnya mengenali pola berpikir, perasaan, dan perilaku produktif sebagai fondasi pengembangan diri yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Nilai Tinggi Tak Menjamin Tepat Jurusan, Pemetaan Bakat Mulai Disorot Sekolah
Founder Talents Mapping, Ir. Rama Royani yang biasa dipanggil Abah Rama, menilai bahwa banyak persoalan karier dan kehidupan bermula dari ketidaksesuaian antara potensi alami seseorang dengan peran yang dijalaninya.
Sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesadaran bakat, Talents Mapping akan menggelar Talents Mapping Basic Training secara luring pada 14–15 Februari 2026 di Sofyan Hotel Cut Meutia, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan angkatan ke-68, menandai konsistensi penyelenggaraan pelatihan sejak pertama kali dikembangkan.
Pelatihan ini ditujukan bagi individu yang ingin memahami dirinya secara lebih utuh, baik untuk kepentingan pengembangan pribadi, pendidikan, keluarga, maupun arah karier. Peserta akan diajak mengenali bakat dominan dan bagaimana memanfaatkannya sebagai kekuatan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Belajar Mereset Hidup: Refleksi Diri sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter
Training ini akan dipandu langsung oleh para trainer Talents Mapping, antara lain Muhammad Firman, Yusuf Rohman, dan Jaka Arya Sakti, yang memiliki latar belakang di bidang pengembangan manusia, konseling karier, dan produktivitas organisasi dengan materi pengantar dari Abah Rama.
Menurut penyelenggara, kesadaran akan bakat bukan hanya penting bagi individu, tetapi juga berdampak luas pada keluarga dan lingkungan kerja. Dengan mengenali potensi sejak dini, seseorang dapat mengambil keputusan hidup yang lebih tepat dan selaras dengan dirinya.
Melalui pendekatan berbasis bakat, Talents Mapping diharapkan dapat menjadi alternatif solusi bagi masyarakat yang ingin keluar dari pola pengembangan diri yang seragam, menuju pemahaman potensi manusia yang lebih personal dan bermakna.
Baca juga: Dedi Mulyadi Ubah Skema Bantuan Sekolah Swasta, Siswa Tak Mampu Jadi Penerima Langsung
Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan Talents Mapping Basic Training dapat diperoleh melalui narahubung panitia di nomor WhatsApp 0877-8236-1075.*** (Kang BePe)






