Sebelas Hari Bertahan di GOR Pasirlangu, Ibu Neneng Pilih Mengungsi Demi Temani Keluarga di Zona Merah

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga penyintas bencana longsor saat berada di posko pengungsian GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari ke-11 setelah kejadian. Saat ini terdapat 166 jiwa dari 55 kepala keluarga yang mengungsi, termasuk lansia dan anak-anak, setelah sekitar 34 rumah di wilayah Babakan tertimbun material longsor. Foto: Istimewa

Warga penyintas bencana longsor saat berada di posko pengungsian GOR Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada hari ke-11 setelah kejadian. Saat ini terdapat 166 jiwa dari 55 kepala keluarga yang mengungsi, termasuk lansia dan anak-anak, setelah sekitar 34 rumah di wilayah Babakan tertimbun material longsor. Foto: Istimewa

Kabupaten Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Memasuki hari ke-11 pascabencana longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, suasana di posko pengungsian GOR Desa Pasirlangu terpantau masih dipadati oleh warga yang kehilangan tempat tinggal,. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 55 kepala keluarga dengan total 166 jiwa kini menggantungkan hidup di pengungsian tersebut.

Para pengungsi terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari 13 lansia, 12 anak-anak, hingga 10 balita. Di tengah keterbatasan, keceriaan anak-anak yang bermain serta kegiatan religius seperti pembacaan Al-Qur’an bersama saat waktu Maghrib hingga Isya menjadi pemandangan yang memberikan harapan bagi para penyintas.

Baca juga: Sekda KBB Ungkap Kendala Identifikasi Korban Longsor Pasirlangu: Banyak Keluarga yang Tidak Memiliki Sanak Saudara Lagi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Detik-Detik Mencekam di Kampung Pasir Kuning

Salah satu titik terdampak paling parah adalah RW 11 Kampung Pasir Kuning, di mana diperkirakan 34 rumah warga tertimbun material longsor di wilayah Babakan,. Ibu Neneng, istri Ketua RW 11, menceritakan detik-detik mencekam saat bencana terjadi sekitar pukul 12 malam,.

“Waktu itu sedang mati lampu, hujan deras, dan angin kencang. Terdengar suara gemuruh dan getaran yang sangat kuat,” kenang Ibu Neneng. Awalnya, warga tidak menyadari bahwa pemukiman di bagian atas telah habis diterjang longsor, hingga terdengar teriakan dan tangisan warga yang berlarian ke arah bawah untuk menyelamatkan diri.

Meskipun laporan menyebutkan bahwa seluruh warga yang tertimbun di titik Pasir Kuning telah ditemukan, proses identifikasi jenazah oleh tim terkait hingga kini dilaporkan belum sepenuhnya selesai.

Baca juga: Posko Longsor Pasirlangu Mulai Lengang, Pemkab KBB Siapkan Opsi Relokasi dan Bantuan Kontrakan

Kondisi Logistik dan Harapan Warga

Terkait kebutuhan dasar, para pengungsi menyampaikan bahwa bantuan logistik dari pemerintah telah terpenuhi dengan baik. Namun, mengenai janji bantuan dana kontrakan sebesar Rp10 juta yang sempat disampaikan oleh Dedi Mulyadi (KDM), warga mengaku belum mendapatkan informasi pasti terkait realisasinya.

Meskipun rumah Ibu Neneng dinyatakan berada di zona aman, ia memilih tetap bertahan di GOR untuk menemani anggota keluarganya (ibu, kakak, dan adik) yang rumahnya masuk dalam zona kuning dan merah,.

“Harapan saya ke depan penginnya aman, tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” pungkasnya. Hingga saat ini, pemerintah daerah masih terus memantau status kerawanan lahan guna menentukan langkah relokasi bagi warga yang rumahnya berada di zona berbahaya.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati
Dedi Mulyadi Dorong Underpass Tol Pasteur, Pemprov Jabar Siapkan Solusi Atasi Macet Akhir Pekan
Bandung Siap Upgrade Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Target Kurangi Kemacetan
Aksi Curanmor di Gedebage Bandung Digagalkan, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan
Rumah Sakit Hasan Sadikin Tegaskan Tak Ada Praktik Ilegal dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Siswi Terseret Arus Sungai di Banjaran Ditemukan Meninggal, Warga Sempat Berjuang Selamatkan Korban
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga
Derwati Masih Tergenang, Aktivitas Sekolah dan Pedagang Terganggu

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:02 WIB

Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati

Sabtu, 18 April 2026 - 08:50 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Underpass Tol Pasteur, Pemprov Jabar Siapkan Solusi Atasi Macet Akhir Pekan

Jumat, 17 April 2026 - 22:34 WIB

Bandung Siap Upgrade Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Target Kurangi Kemacetan

Jumat, 17 April 2026 - 22:29 WIB

Aksi Curanmor di Gedebage Bandung Digagalkan, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan

Kamis, 16 April 2026 - 12:06 WIB

Rumah Sakit Hasan Sadikin Tegaskan Tak Ada Praktik Ilegal dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar

Berita Terbaru