Rawan Longsor, Warga Kampung Cihaseum Lembang Mengungsi di Tenda Darurat

Senin, 9 Februari 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana longsor terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di Kampung Sukadami, sepasang suami istri dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran yang terjadi.

Bencana longsor terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di Kampung Sukadami, sepasang suami istri dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran yang terjadi.

Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1/2026) lalu menyita perhatian publik luas, bahkan menjadi isu nasional akibat dampaknya yang cukup dahsyat.

Di waktu yang hampir bersamaan, bencana serupa juga terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di Kampung Sukadami, sepasang suami istri dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Belajar dari kejadian tersebut, Kepala Desa Sukajaya Asep Jembar mengambil langkah antisipatif dengan mendirikan tenda pengungsian bagi warga Kampung Cihaseum Cipariuk guna menghindari risiko bencana serupa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: PERSIB Resmi Datangkan Sergio Castel, Perkuat Lini Depan hingga Akhir Musim 2025/2026

Dalam sepekan terakhir, sebanyak 16 kepala keluarga dengan total 44 jiwa mengungsi di tenda darurat tersebut. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi korban jiwa mengingat kondisi wilayah yang dinilai sangat rawan bencana.

Terkait kemungkinan relokasi warga Kampung Cihaseum Cipariuk, Asep menyampaikan hal itu masih dalam tahap pertimbangan, namun telah menjadi perhatian serius pemerintah desa bersama pemerintah secara vertikal.
“Kalau dilihat secara kasat mata, lokasi ini cukup ekstrem karena berada di antara dua tebing dan bersebelahan dengan Sungai Cihaseum. Jika terjadi longsor, material bisa membendung aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir bandang saat bendungan jebol,” jelas Asep.

Penilaian tersebut juga diperkuat Camat Lembang Bambang Eko Setyo Wahyudi yang telah meninjau langsung kondisi wilayah dan menyatakan kawasan tersebut membahayakan keselamatan warga. Selain itu, tim geologi juga telah melakukan survei lokasi. Saat ini, pemerintah desa masih menunggu hasil analisis geologi yang dilakukan dua hari sebelumnya sebagai dasar pengambilan keputusan lebih lanjut.

Baca juga: Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Bandung Raya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Merusak

“Penentu utamanya hasil kajian geologi. Alhamdulillah survei sudah dilakukan, tinggal menunggu hasil. Pak Gubernur KDM juga secara lisan sudah menyampaikan imbauan agar dilakukan relokasi,” ungkap Asep.

Diketahui, Kampung Cihaseum dihuni oleh sekitar 30 kepala keluarga dengan total 22 unit rumah. Wilayah ini sebelumnya juga pernah terdampak longsor bersamaan dengan peristiwa longsor Cisarua di Desa Pasirlangu, yang saat itu menyebabkan akses warga sempat terputus.

Pendirian tenda darurat dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kejadian yang lebih fatal. Warga memanfaatkan tenda tersebut terutama pada malam hari dan saat hujan turun dalam durasi lama.
“Kalau cuaca baik, warga masih bisa bolak-balik ke rumah. Tapi kalau hujan deras atau malam hari, kami imbau tetap berada di tenda pengungsian,” ujar Asep.

Baca juga: Danantara Targetkan Pangkas BUMN Rampung 2026, Entitas Rugi Siap Dilebur

Asep memastikan hingga saat ini kebutuhan logistik dan bahan pangan bagi para pengungsi dalam kondisi aman. Warga mendapatkan bantuan sembako untuk dibawa ke rumah masing-masing, serta tetap menerima dua kali makan setiap hari yang disiapkan melalui dapur umum.

Dari total 30 kepala keluarga, hanya 16 KK yang menempati tenda darurat karena tidak memiliki tempat alternatif untuk mengungsi. Sementara warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat yang dinilai lebih aman.

“Sejak 1 Februari 2026, kebutuhan sembako aman bahkan mendapat dua sumber bantuan. Warga bisa membawa pulang paket sembako, sementara makan pagi dan sore tetap disediakan di tenda pengungsian,” pungkasnya. ***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo
HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB