Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Bandung Raya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Merusak

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat, 13 Maret 2026 Dini hari WIB

Ilustrasi Gempa berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat, 13 Maret 2026 Dini hari WIB

Bandung, Kabar Pajajaran – Gempa bumi bermagnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung, Jawa Barat, dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Jumat (6/2/2026) pukul 13.45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Hartanto menjelaskan, episenter gempa berada pada koordinat 6,86 Lintang Selatan dan 107,74 Bujur Timur, atau sekitar 15 kilometer timur laut Kota Bandung, dengan kedalaman 5 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Hartanto, Jumat (6/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan estimasi peta guncangan serta laporan masyarakat, getaran dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Bandung (Jatinangor dan Cileunyi) serta Kabupaten Subang (Kasomalang dan Ciater). Intensitas guncangan berada pada skala II–III MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, serta getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat melintas.

BMKG mencatat, hingga pukul 14.03 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan. Selain itu, belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Sebagai informasi, Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) digunakan untuk mengukur dampak gempa berdasarkan tingkat guncangan yang dirasakan manusia dan pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar. Pada level II–III MMI, gempa umumnya hanya dirasakan sebagian orang, terutama di dalam bangunan, tanpa menimbulkan kerusakan struktural.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan informasi kebencanaan diperoleh melalui kanal resmi BMKG. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meski hingga kini belum terpantau adanya aftershock. ***Anton

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati
Dedi Mulyadi Dorong Underpass Tol Pasteur, Pemprov Jabar Siapkan Solusi Atasi Macet Akhir Pekan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari
Bandung Siap Upgrade Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Target Kurangi Kemacetan
Aksi Curanmor di Gedebage Bandung Digagalkan, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan
Rumah Sakit Hasan Sadikin Tegaskan Tak Ada Praktik Ilegal dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar
Siswi Terseret Arus Sungai di Banjaran Ditemukan Meninggal, Warga Sempat Berjuang Selamatkan Korban
Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 09:02 WIB

Air Tak Kunjung Surut, Muhammad Farhan Ungkap Penyebab Banjir Rancabolang–Derwati

Sabtu, 18 April 2026 - 08:50 WIB

Dedi Mulyadi Dorong Underpass Tol Pasteur, Pemprov Jabar Siapkan Solusi Atasi Macet Akhir Pekan

Sabtu, 18 April 2026 - 08:42 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: Bandung dan Sejumlah Kota di Jawa Barat Berpotensi Hujan Sepanjang Hari

Jumat, 17 April 2026 - 22:34 WIB

Bandung Siap Upgrade Lampu Lalu Lintas Berbasis AI, Target Kurangi Kemacetan

Jumat, 17 April 2026 - 22:29 WIB

Aksi Curanmor di Gedebage Bandung Digagalkan, Pelaku Sempat Lepaskan Tembakan

Berita Terbaru