Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) memastikan bahwa stok kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman. Meskipun terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis mulai dari pemantauan digital hingga intervensi pasar.
Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di sembilan pasar yang dikelola pemerintah daerah, stok 14 komoditas pangan utama seperti beras, bawang, cabai, daging, telur, gula pasir, dan minyak goreng saat ini tersedia dan tidak ada kelangkaan.
Baca juga: Kadisdik Cimahi Suarakan Harapan: Guru Seharusnya Jadi PNS demi Kepastian Masa Depan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemantauan Harga Real-Time Untuk menjaga transparansi, masyarakat dapat memantau perkembangan harga secara harian melalui SIBA Pocting (Sistem Informasi Kebutuhan Pokok dan Penting). Saat ini, harga beras medium terpantau di angka Rp13.200 per kilogram karena tingginya permintaan. Sementara itu, harga telur ayam stabil di Rp28.000 per kilogram, daging ayam di Rp36.000 per kilogram, dan Minyakita dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 berkat kerja sama dengan ID Food.
Intervensi Operasi Pasar Murah (OPM) Sebagai langkah nyata menjaga daya beli, Pemkab Bandung akan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) bersubsidi di beberapa kecamatan. “Untuk tahap pertama, kami menyiapkan 5.700 paket yang akan didistribusikan di wilayah Rancaekek, Cangkuang, dan Cikancung,” ujar Dicky. Paket tersebut berisi komoditas premium berupa beras, minyak goreng, gula, dan tepung terigu. Selain OPM bersubsidi, akan digelar pula pasar murah non-subsidi bekerja sama dengan Bulog dan berbagai champion pertanian.
Baca juga: Anak Muda Rentan GERD, Gaya Hidup Tak Sehat dan Stres Jadi Sorotan
Pengawasan Satgas Pangan dan Dampak Cuaca Terkait potensi kecurangan, Disperdagin bersama Satgas Pangan (TNI dan Polri) terus melakukan pengawasan lapangan untuk mencegah penimbunan barang dan penyimpangan harga di atas HET. Hingga saat ini, dilaporkan belum ada temuan kasus kecurangan di wilayah Kabupaten Bandung.
Di sisi lain, meski curah hujan saat ini tergolong tinggi, koordinasi dengan Dinas Pertanian memastikan bahwa distribusi pangan tetap lancar dan tidak ada dampak gagal panen yang mengganggu ketersediaan pasar.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Selain menjaga stabilitas pasar, Bupati Bandung juga menginstruksikan program penanaman cepat panen di pekarangan rumah tangga sebagai upaya pengendalian inflasi secara mandiri. Pemerintah juga memberikan ruang bagi munculnya pedagang takjil musiman, asalkan tetap menjaga ketertiban umum. Masyarakat pun diimbau untuk tetap mencintai dan membeli produk Industri Kecil Menengah (IKM) lokal Kabupaten Bandung yang kualitasnya dinilai mampu bersaing dengan produk luar.
Secara keseluruhan, pemerintah berkomitmen untuk terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan barang agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang.*** (Radit)






