Menkeu Purbaya Pastikan Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS Tak Ganggu APBN

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku usaha sawit untuk mematuhi aturan pajak. Sumber foto : Kementerian Keuangan RI

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku usaha sawit untuk mematuhi aturan pajak. Sumber foto : Kementerian Keuangan RI

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak memaksa pemerintah menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya mengatakan pemerintah sudah menyiapkan berbagai simulasi ekonomi untuk menghadapi tekanan global, termasuk skenario pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia.

“Kami sudah menghitung semuanya sejak awal. Saat simulasi harga minyak 100 dolar AS per barel, kami juga memasukkan asumsi pelemahan rupiah,” kata Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, Kementerian Keuangan rutin menyusun sejumlah skenario dalam perencanaan APBN agar fiskal negara tetap kuat menghadapi gejolak ekonomi global.

Pemerintah juga mengantisipasi dampak konflik geopolitik, kenaikan harga energi dunia, serta penguatan dolar AS terhadap nilai tukar rupiah dan inflasi domestik.

Pemerintah Jaga Stabilitas Pasar Obligasi

Di tengah tekanan terhadap rupiah, pemerintah tetap menjaga stabilitas pasar obligasi domestik. Purbaya menjelaskan pemerintah melakukan pembelian kembali atau buyback obligasi negara untuk mengendalikan kenaikan yield surat utang.

Langkah itu dilakukan agar pasar keuangan tetap stabil dan investor tetap percaya terhadap instrumen investasi Indonesia.

“Pemerintah melakukan intervensi terbatas lewat buyback supaya yield obligasi tetap terkendali,” ujarnya.

Purbaya menilai stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting untuk menjaga arus modal asing ke Indonesia. Menurut dia, investor asing masih melihat pasar keuangan Indonesia menarik selama yield obligasi bergerak stabil.

Ia juga mengungkapkan pemerintah mulai melihat aliran modal asing kembali masuk ke pasar domestik.

Pemerintah Siapkan Langkah Penguatan Rupiah

Selain menjaga pasar obligasi, pemerintah menyiapkan kebijakan lanjutan untuk membantu penguatan rupiah dalam waktu dekat.

Namun, Purbaya belum memerinci bentuk kebijakan tersebut. Ia hanya memastikan pemerintah dan otoritas terkait terus memantau perkembangan pasar keuangan global.

“Ke depan akan ada langkah pemerintah yang membantu penguatan rupiah secara signifikan,” katanya.

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Kuat

Purbaya menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid meski rupiah mengalami tekanan.

Ia menyebut pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipicu faktor eksternal, seperti ketidakpastian geopolitik global dan tingginya suku bunga Amerika Serikat.

Menurut dia, sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan tren positif. Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi tetap stabil, inflasi terkendali, dan penerimaan negara masih terjaga.

“Kalau melihat fundamental ekonomi Indonesia, pelemahan rupiah saat ini sebenarnya tidak mencerminkan kondisi ekonomi domestik,” ujar Purbaya.

Nilai tukar rupiah sebelumnya tercatat melemah sekitar 0,20 persen hingga menyentuh level Rp17.830 per dolar AS. Kondisi itu memicu perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi harga barang impor dan biaya energi.

Meski begitu, pemerintah optimistis koordinasi kebijakan fiskal dan moneter mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Berita Terbaru