Kabar Pajajaran – GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease kini semakin banyak dialami kalangan anak muda dan usia produktif. Penyakit gangguan pencernaan ini terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan secara berulang, sehingga memicu iritasi hingga peradangan.
Kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Selain menimbulkan rasa panas di dada (heartburn), GERD juga dapat menyebabkan rasa asam di mulut, sulit menelan, batuk kronis, hingga nyeri dada yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meningkatnya kasus GERD di usia muda tidak terlepas dari pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan makan tidak teratur, sering mengonsumsi makanan berlemak atau pedas, kurang olahraga, merokok, serta stres berkepanjangan menjadi faktor utama pemicu penyakit ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah tuntutan aktivitas dan tekanan pekerjaan maupun studi, banyak generasi muda mengabaikan waktu istirahat dan memilih makanan cepat saji. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memperburuk kerja sistem pencernaan.
Para ahli menilai stres yang tidak terkelola dengan baik turut memperparah gejala GERD. Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, produksi asam lambung cenderung meningkat, sementara pola makan menjadi tidak teratur. Kombinasi ini membuat keluhan refluks semakin sering muncul.
Tak hanya itu, stres juga kerap mendorong kebiasaan tidak sehat seperti kurang tidur, merokok, serta konsumsi makanan tinggi lemak atau pedas, yang semuanya dapat memperburuk kondisi lambung.
Meski GERD bukan penyebab utama kematian mendadak, penyakit ini tetap berbahaya bila tidak ditangani sejak dini. Dalam jangka panjang, GERD bisa memicu komplikasi seperti peradangan kerongkongan hingga gangguan pernapasan akibat asam lambung yang masuk ke saluran napas.
Untuk mencegah dan mengurangi keparahan GERD, masyarakat dianjurkan mulai menerapkan gaya hidup sehat. Mulai dari makan teratur dengan porsi seimbang, menghindari langsung berbaring setelah makan, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, hingga meluangkan waktu untuk relaksasi.
Mengelola stres juga menjadi kunci penting, misalnya dengan aktivitas fisik ringan, menekuni hobi, atau memastikan waktu istirahat yang cukup. Menghentikan kebiasaan merokok turut menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna.
Jika keluhan muncul berulang atau semakin berat, pemeriksaan ke tenaga kesehatan sangat disarankan agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan perubahan kebiasaan kecil namun konsisten serta kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan pola hidup seimbang, generasi muda diharapkan dapat menekan risiko GERD sekaligus menjaga kualitas hidup di tengah aktivitas yang padat. ***Chokie






