Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Layak Angkat Trofi?

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spanyol vs Argentina, Duel Penentu Juara Dunia yang Sulit Diprediksi

Spanyol vs Argentina, Duel Penentu Juara Dunia yang Sulit Diprediksi

KABAR PAJAJARAN – Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Timnas Spanyol dan Timnas Argentina di Stadion MetLife, New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Duel tersebut menghadirkan dua tim dengan gaya bermain yang berbeda. Spanyol mengandalkan permainan kolektif, penguasaan bola, dan organisasi tim yang solid. Sebaliknya, Argentina mengusung mental juara serta kemampuan bangkit ketika menghadapi tekanan.

Laga ini juga menghadirkan pertarungan dua generasi. Lionel Messi berpeluang mempertahankan gelar juara dunia yang diraih Argentina pada 2022. Di kubu lawan, Lamine Yamal berusaha membawa Spanyol meraih trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain memperebutkan trofi, pertandingan ini akan menentukan sejumlah penghargaan individu, mulai dari Golden Ball, Golden Boot, hingga Golden Glove.

Menjelang partai puncak, Messi memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol dan empat assist. Kylian Mbappe menempel di posisi kedua dengan delapan gol dan tiga assist, sedangkan Erling Haaland mengoleksi tujuh gol.

Pengamat Lebih Banyak Memilih Spanyol

Media olahraga asal Amerika Serikat, The Athletic, meminta pendapat delapan jurnalis sepak bola dari berbagai negara untuk memprediksi juara Piala Dunia 2026.

Sebagian besar jurnalis menjagokan Spanyol.

Phil Hay menilai La Roja tampil semakin matang sejak fase grup. Ia melihat setiap pemain menunjukkan performa terbaik sehingga tim mampu menjaga konsistensi hingga final.

Menurut Hay, pelatih Luis de la Fuente berhasil menyusun strategi yang membuat Spanyol mampu mengendalikan pertandingan saat menghadapi lawan-lawan kuat.

Carl Anka juga memberikan penilaian serupa. Ia mengakui Spanyol sempat kehilangan ketajaman pada awal turnamen. Namun, tim tersebut terus berkembang dan tampil semakin dominan.

Anka menilai Rodri menjadi motor permainan di lini tengah, sedangkan Lamine Yamal tetap menghadirkan ancaman besar melalui kecepatan dan kreativitasnya.

Organisasi Permainan Jadi Senjata Utama La Roja

Dermot Corrigan semakin yakin setelah melihat kemenangan Spanyol atas Perancis di semifinal.

Menurutnya, La Roja menghadapi setiap pertandingan dengan penuh percaya diri dan mampu mengatasi tekanan tanpa kehilangan identitas permainan.

Henry Bushnell bahkan menyebut Spanyol sebagai salah satu tim nasional paling terorganisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menilai cara Spanyol menguasai pertandingan membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.

Stu James juga menyoroti kekuatan kolektif Spanyol. Ia menilai tim tersebut tidak bergantung pada satu pemain karena seluruh lini mampu menjalankan perannya dengan baik.

Argentina Tetap Memiliki Peluang Besar

Meski mayoritas memilih Spanyol, beberapa analis tetap menjagokan Argentina.

Paul Tenorio mengakui Spanyol tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Namun, ia melihat Argentina memiliki karakter juara yang sulit dijelaskan.

Menurutnya, Albiceleste selalu menunjukkan keyakinan tinggi, semangat juang, dan kemampuan menjaga fokus hingga peluit akhir.

Tenorio juga menilai kehadiran Lionel Messi memberi pengaruh besar terhadap mental seluruh pemain Argentina.

Lukas Weese ikut memberikan dukungan kepada Argentina.

Ia melihat Albiceleste berkali-kali berhasil bangkit setelah tertinggal. Kemampuan itu membuat Argentina selalu menemukan jalan menuju kemenangan.

Sebastian Stafford-Bloor juga mengakui kualitas permainan Spanyol. Meski demikian, ia menilai Argentina mampu bertahan dalam situasi paling sulit dan tetap menjaga peluang meraih kemenangan.

Final Sajikan Duel Dua Filosofi Sepak Bola

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua filosofi sepak bola modern.

Spanyol mengandalkan penguasaan bola, umpan-umpan pendek, serta pergerakan kolektif untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Argentina memilih bermain lebih fleksibel. Tim asuhan Lionel Scaloni mengombinasikan pengalaman para pemain senior dengan kecepatan pemain muda untuk menciptakan peluang.

Kedua tim juga memiliki lini pertahanan yang tampil konsisten sepanjang turnamen sehingga pertandingan diperkirakan berlangsung ketat.

Messi dan Yamal Jadi Sorotan

Sorotan utama akan mengarah kepada Lionel Messi dan Lamine Yamal.

Messi ingin menutup perjalanan di Piala Dunia dengan mempertahankan gelar juara bersama Argentina. Sementara itu, Yamal berusaha mencatat sejarah sebagai bintang muda yang mampu membawa Spanyol menjadi juara dunia.

Pengalaman Messi akan berhadapan langsung dengan kreativitas dan keberanian Yamal di lapangan.

Final Sulit Diprediksi

Mayoritas pengamat memang menjagokan Spanyol karena tampil lebih dominan sepanjang turnamen.

Namun, Argentina berulang kali membuktikan mampu bangkit dari situasi sulit dan memenangkan pertandingan penting berkat mental juara serta kepemimpinan Lionel Messi.

Perbedaan karakter kedua tim membuat final Piala Dunia 2026 sulit diprediksi. Spanyol membawa permainan paling rapi sepanjang turnamen, sedangkan Argentina membawa pengalaman, mental pemenang, dan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: The Athletic

Berita Terkait

Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali
Polresta Bandung Perketat Pengamanan 3 Laga Persib di Si Jalak Harupat
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
Indonesia Bidik Emas Asian Games 2026 dari Esports dan Panjat Tebing Hari Ini
FIFA ASEAN Cup 2026 di Si Jalak Harupat, Pelajar Nonton Gratis
HAORNAS ke-43, Dedi Mulyadi Tekankan Sportivitas dan Kejujuran
Polda Jabar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 di Si Jalak Harupat

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:39 WIB

TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Polresta Bandung Perketat Pengamanan 3 Laga Persib di Si Jalak Harupat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Indonesia Bidik Emas Asian Games 2026 dari Esports dan Panjat Tebing Hari Ini

Berita Terbaru