Persib Buka Suara soal Lapangan Latihan yang Dikeluhkan Igor Tolic

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic (Dok. Persib)

Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic (Dok. Persib)

BANDUNG – Keluhan pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengenai kondisi lapangan latihan memunculkan pertanyaan publik terkait fasilitas yang dimiliki juara Liga Indonesia tiga musim beruntun tersebut. Manajemen Persib akhirnya menjelaskan alasan di balik belum tersedianya lapangan latihan yang memenuhi standar ideal.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan pembangunan satu lapangan latihan membutuhkan anggaran yang sangat besar. Biaya tersebut bahkan belum mencakup pengadaan lahan maupun fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Adhitia, Persib harus menyiapkan dana sekitar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar hanya untuk membangun satu lapangan latihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Biaya membangun infrastruktur memang sangat besar. Satu lapangan latihan saja membutuhkan sekitar Rp5 sampai Rp6 miliar. Itu belum termasuk lahan dan fasilitas pendukung,” ujar Adhitia dalam program Untold Story Back-to-back Champions Episode 3 di kanal YouTube Persib TV.

Persib Hadapi Dilema antara Infrastruktur dan Kekuatan Tim

Adhitia menjelaskan, manajemen harus menentukan prioritas penggunaan anggaran. Di satu sisi, Persib ingin memiliki pusat latihan yang memadai. Di sisi lain, klub juga harus memperkuat skuad agar mampu bersaing di level Asia.

Karena itu, Persib memilih mengalokasikan sebagian besar investasi untuk memperkuat kualitas tim.

Manajemen menilai langkah tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap prestasi sekaligus meningkatkan nilai komersial klub.

Persib pada bursa transfer musim ini mendatangkan sejumlah pemain berlabel internasional seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Layvin Kurzawa. Selain itu, klub juga mempertahankan sejumlah pemain inti demi menjaga kekuatan tim menghadapi Super League 2026-2027 dan kompetisi Asia.

Pembangunan Fasilitas Tetap Masuk Rencana Jangka Panjang

Meski belum menjadi prioritas utama, Adhitia memastikan pembangunan fasilitas latihan tetap masuk dalam roadmap pengembangan klub.

Ia mengakui pembangunan infrastruktur dan investasi tim idealnya berjalan bersamaan. Namun, keterbatasan anggaran membuat Persib harus menyusun skala prioritas agar kondisi keuangan tetap sehat.

“Kami memiliki rencana jangka panjang. Idealnya pembangunan infrastruktur dan investasi tim berjalan bersamaan, tetapi kenyataannya kami harus menyesuaikan dengan kemampuan finansial klub,” jelasnya.

Igor Tolic Sempat Keluhkan Kondisi Lapangan

Sebelumnya, pelatih kepala Igor Tolic menyoroti kualitas lapangan latihan saat memimpin sesi pramusim pada Senin (13/7/2026).

Beberapa bagian lapangan terlihat menguning sehingga tim pelatih harus mengubah pola latihan. Tolic menghindari area yang dinilai kurang layak demi menjaga kondisi fisik para pemain.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, pelatih asal Kroasia itu mengapresiasi kerja keras anak asuhnya selama menjalani program latihan.

“Kami mencoba melakukan semua latihan melalui permainan agar para pemain memahami apa yang harus dilakukan. Namun kondisi lapangan membuat latihan menjadi lebih berat. Meski begitu, para pemain tetap bekerja keras,” ujar Tolic.

Denda Besar Ikut Membebani Keuangan Klub

Selain kebutuhan investasi pemain dan rencana pembangunan fasilitas, Persib juga harus menanggung beban finansial lain. Sepanjang musim lalu, klub menerima akumulasi denda dari Komite Disiplin PSSI dan AFC yang nilainya mencapai sekitar Rp5 miliar.

Beban tersebut turut memengaruhi strategi pengelolaan anggaran klub sehingga manajemen harus lebih selektif dalam menentukan prioritas investasi menjelang musim baru. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran
Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Pemkot Bandung Wajibkan Warga Pilah Sampah Sebelum TPPAS Legok Nangka Beroperasi
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Igor Tolic Keluhkan Jadwal Padat, Persib Bidik Gelar Juara Piala Presiden 2026

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Berita Terbaru