Program Sekolah Maung Buka Peluang Masuk SMA Favorit di Bandung

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bale Gede Pakuan, Bandung. Pemprov Jabar mendorong lahirnya kelas menengah baru melalui akses beasiswa ke sekolah industri unggulan bagi siswa kurang mampu. Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri Forum Industri Jawa Barat di Bale Gede Pakuan, Bandung. Pemprov Jabar mendorong lahirnya kelas menengah baru melalui akses beasiswa ke sekolah industri unggulan bagi siswa kurang mampu. Foto: Humas Jabar

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menarik perhatian para orangtua calon siswa di Kota Bandung. Banyak orangtua melihat program tersebut sebagai peluang baru untuk memasukkan anak ke SMA negeri favorit tanpa terkendala sistem zonasi.

Pemerintah menetapkan SMA Negeri 3 Bandung dan SMA Negeri 5 Bandung sebagai pelaksana program Sekolah Maung di Kota Bandung.

Program itu menyediakan tiga jalur penerimaan siswa baru. Jalur potensi akademik mendapat kuota 10 persen, kompetensi akademik 70 persen, dan kompetensi non-akademik 20 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah orangtua mendatangi SMAN 5 Bandung untuk mencari informasi terkait mekanisme penilaian dan proses seleksi.

“Saya coba daftar Sekolah Maung dulu sebelum ikut jalur lain,” kata Edwin (52), warga Riung Bandung, Selasa (26/5/2026).

Edwin mengaku ingin memahami lebih rinci sistem penilaian akademik maupun non-akademik dalam seleksi Sekolah Maung.

“Saya sudah memahami sebagian besar juknisnya. Saya ingin tahu teknis penilaian dan skor akademik maupun non-akademik secara langsung,” ujarnya.

Orangtua Sambut Positif Program Sekolah Maung

Edwin berencana mendaftarkan anaknya melalui jalur non-akademik. Namun, anaknya juga akan mencoba jalur prestasi Matematika dan mengikuti tes IQ sebagai pendukung seleksi.

Ia mengatakan keluarganya tidak mengalami kendala saat menyiapkan dokumen pendaftaran. Keluarganya menyiapkan seluruh berkas sebelum masa pendaftaran dimulai.

“Dokumen sudah kami siapkan jauh hari. Saat pendaftaran dibuka, kami tinggal mengunggah berkas,” katanya.

Edwin menilai jadwal pendaftaran Sekolah Maung yang berlangsung lebih awal dibanding jalur reguler memberi keuntungan bagi calon siswa. Jika gagal lolos, siswa masih memiliki kesempatan mengikuti jalur penerimaan lain.

Ia juga menilai program tersebut memberi harapan baru bagi warga yang selama ini kesulitan masuk sekolah favorit karena aturan zonasi.

“Program ini sangat positif karena membuka peluang bagi warga yang rumahnya jauh dari sekolah favorit. Dari Riung Bandung ke SMAN 5 cukup jauh kalau memakai jalur zonasi,” ucapnya.

Jalur Prestasi Jadi Daya Tarik

Bobby (41), warga Arcamanik, Kota Bandung, juga memilih mendaftarkan anaknya ke Sekolah Maung. Ia melihat program itu memberi ruang lebih besar bagi siswa berprestasi.

“Programnya menarik karena membuka peluang lewat jalur prestasi. Anak kami punya hafalan Al Quran yang bisa menjadi prestasi tingkat provinsi,” kata Bobby.

Menurut dia, pemisahan jadwal pendaftaran Sekolah Maung dengan SPMB reguler membuat orangtua lebih leluasa menentukan strategi pendaftaran sekolah.

Bobby menilai program tersebut kembali membangkitkan harapan masyarakat untuk masuk SMA negeri favorit.

“Sekolah Maung memberi kesempatan baru bagi kami. Karena program ini tidak memakai zonasi, kami jadi punya semangat lagi untuk mencoba masuk sekolah favorit,” ujarnya. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali
Siswi SMAN 1 Batujajar Almira Fitri Defina Terpilih Jadi Duta Muda BPJS Kesehatan 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat

Berita Terbaru