Kabupaten Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Kondisi posko darurat pasca bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini dilaporkan mulai terlihat lengang. Berdasarkan data terbaru hingga Senin malam, jumlah pengungsi yang masih bertahan tercatat sebanyak 167 jiwa dari 51 kepala keluarga (KK).
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan drastis dibandingkan hari-hari awal setelah kejadian, di mana ratusan warga sempat memadati aula desa dan Gedung Olahraga (GOR) Desa Pasirlangu. Saat ini, seluruh pengungsi dipusatkan di GOR Desa, sementara Aula Desa telah dialihfungsikan menjadi pusat penyimpanan logistik untuk bantuan makanan, minuman, dan kebutuhan dasar lainnya.
Kendala Air Bersih dan Opsi Bantuan Kontrakan Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Ade Zakir Hasim, menjelaskan bahwa alasan masih bertahannya puluhan KK di pengungsian adalah karena kendala utama berupa kesulitan akses air bersih di wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan agar warga tidak terlalu lama berada di posko pengungsian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Temui Penjual Es Gabus Viral, Dedi Mulyadi Tegur Soal Ketidakjujuran
“Salah satu opsi yang tengah diupayakan adalah bantuan uang kontrakan, sebagaimana arahan dari Gubernur Jawa Barat,” ujar Ade Zakir. Opsi ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak sementara menunggu proses penanganan lebih lanjut.
Rencana Relokasi dan Hunian Tetap Selain bantuan kontrakan, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah relokasi atau pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Ade Zakir mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa Pasirlangu untuk memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) sebagai lokasi hunian baru.
“Sudah ada tiga titik tanah kas desa yang kami survei bersama tim,” jelas Ade. Rencana ini mencakup kebutuhan sekitar 53 unit rumah. Ade juga menekankan bahwa lokasi relokasi diusahakan tetap berada di sekitar wilayah Pasirlangu agar tidak mengganggu mata pencaharian warga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.
Baca juga: Enam Korban Longsor Cisarua Belum Ditemukan Hingga Hari Ke-9 Operasi Pencarian
Terkait zonasi aman, Pemkab KBB masih menunggu hasil kajian resmi dari Badan Geologi yang diperkirakan akan keluar pada Rabu mendatang. Nantinya, ada kemungkinan dilakukan skema tukar-menukar lahan, di mana tanah masyarakat yang terdampak akan dijadikan kawasan lindung, sementara masyarakat mendapatkan lahan di tanah kas desa.
Update Evakuasi: 83 Kantong Jenazah Ditemukan Sementara itu, operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga hari ke-10 telah berhasil mengevakuasi total 83 kantong jenazah (body bag). Temuan ini melampaui daftar pencarian awal yang melaporkan 80 orang hilang.
Hingga Senin (2/2), Tim DVI baru berhasil mengidentifikasi 63 jenazah, sementara 20 lainnya masih dalam proses. Dari 61 korban yang teridentifikasi lebih awal, ditemukan fakta bahwa 45 korban sesuai dengan daftar pencarian, sedangkan 14 korban lainnya tidak tercantum dalam daftar awal 80 orang yang dilaporkan hilang.
Operasi pencarian direncanakan akan tetap dilanjutkan hingga hari Jumat mendatang untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan diidentifikasi sepenuhnya. Meskipun suasana duka masih menyelimuti, aktivitas di pengungsian GOR Pasirlangu mulai terlihat stabil dengan warga yang beraktivitas biasa dan anak-anak yang mulai terlihat ceria kembali.*** (Radit)
















