Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Menjelang laga panas antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan seluruh elemen suporter untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas kota.
Pertandingan akbar yang selalu menyedot perhatian publik itu dinilai bukan sekadar agenda olahraga, melainkan juga momen ujian kedewasaan suporter dalam menjaga ruang publik. Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa euforia sepak bola tidak boleh berujung pada gangguan keamanan maupun kerusakan fasilitas umum.
Farhan menyampaikan bahwa Persib adalah kebanggaan warga Bandung, namun kebanggaan tersebut harus ditunjukkan dengan sikap yang beradab. Ia mengajak para bobotoh menikmati pertandingan dengan cara yang positif tanpa tindakan berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Sempat Viral karena Ambruk, Jembatan Hijau Cijeruk Kini Resmi Dibuka Kang DS
Menurut Farhan, Kota Bandung adalah rumah bersama yang harus dijaga. Ia menegaskan bahwa kemenangan Persib tidak akan berarti jika dirayakan dengan cara yang merugikan masyarakat luas.
“Silakan dukung Persib dengan penuh semangat, tapi jangan sampai merusak kota sendiri. Bandung harus tetap aman, nyaman, dan tertib,” tegasnya.
Pemkot Bandung juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan pengamanan pertandingan berjalan optimal, termasuk pengawasan di titik-titik keramaian yang berpotensi menjadi lokasi euforia berlebihan.
Baca juga: Perbaikan Jalan Provinsi Dongkrak Kunjungan Wisata KBB hingga 333 Ribu Orang
Selain pengamanan, Farhan mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi atau ajakan yang berpotensi memicu konflik, baik di dunia nyata maupun media sosial. Ia mengingatkan bahwa rivalitas Persib dan Persija adalah bagian dari sejarah sepak bola nasional, namun tidak boleh berubah menjadi permusuhan.
“Rivalitas cukup di lapangan. Di luar itu, kita semua adalah warga negara yang sama,” ujarnya.
Farhan berharap laga Persib vs Persija dapat menjadi contoh pertandingan besar yang berlangsung aman, damai, dan menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus memperlihatkan bahwa Bandung adalah kota yang dewasa dalam menyikapi euforia sepak bola.*** (Radit)
















