Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah melakukan perbaikan sejumlah jalan provinsi diapresiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Perbaikan jalan yang dilakukan diakui Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, telah memberikan pengaruh besar terhadap kelancaran arus lalu lintas menuju berbagai destinasi wisata.
“Alhamdulillah Pak Gubernur KDM sudah melakukan perbaikan jalan provinsi yang ada di Lembang dan sekitarnya. Juga yang dilakukan Bupati Bandung Barat Pak Jeje sendiri, terkait kualitas jalan yang menuju setiap destinasi,” ujar David.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Sempat Tertunda, Pemprov Jabar Siap Bayar Proyek Infrastruktur Jalan Rp621 Miliar
Menurut David, kondisi jalan yang semakin baik berkontribusi dalam meminimalkan kemacetan serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke KBB.
Kondisi demikian juga berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada libur Nataru 2025/26 yang mencapai total 333.018 wisatawan, pada periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Dari data kunjungan momen Nataru kemarin, itu menunjukkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisata totalnya 333.018 wisatawan di momen Nataru kemarin,” ungkap David.
Data tersebut, lanjut David, dihimpun dari 16 destinasi wisata di KBB yang dijadikan sebagai sampel. Keenam belas objek wisata itu antara lain Lembang Park and Zoo, Dusun Bambu, Terminal Wisata Cikole, serta The Great Asia Afrika.
Destinasi lainnya yang turut masuk dalam data tersebut meliputi Farm House, Floating Market, Maribaya Hot Spring, Tepi Danau, Wahoo Water World, objek wisata baru Nice Park, hingga destinasi yang dikelola masyarakat melalui Pokdarwis, yakni Stone Garden.
Baca juga: Polda Jabar Manfaatkan 75 Hektare Lahan untuk Ketahanan Pangan
Ia menyebutkan, wilayah Lembang menjadi kawasan dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi dibandingkan wilayah lain di KBB. Tingginya angka kunjungan tersebut tidak terlepas dari banyaknya pilihan destinasi wisata yang tersedia di kawasan tersebut.
“Dari jumlah kunjungan yang terjadi, kami ranking 5 besar, yaitu Lemang Park and Zoo, Floating Market, Dusun Bambu, Wahoo Water World, dan Nice park,” imbuhnya.
Kelima destinasi tersebut, menurut Disparbud KBB, turut diperhatikan dari sisi pelayanan, termasuk aspek kebersihan, kenyamanan, serta kemampuan pengelola dalam menciptakan suasana yang membuat pengunjung betah selama berada di lokasi.
Peningkatan kunjungan wisata selama libur Nataru juga tercermin dari tingkat okupansi hotel, penginapan, dan akomodasi sejenis yang mencapai 69 persen. David menyebutkan, angka tersebut mengalami peningkatan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca juga: Pemprov Jabar Tunda Bayar Proyek Rp621 Miliar: Ini Alasan dan Dampaknya bagi Kontraktor
“Kalau untuk jumlah hotel yang terdata itu kurang lebih ada 385, baik kategori bintang 1 sampai 5, bahkan ada juga guesthouse, villa, dan akomodasi lainnya seperti Homestay,” katanya.
Menanggapi persoalan kemacetan yang terjadi di sejumlah kawasan wisata, David menilai kondisi tersebut menjadi salah satu indikator positif meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.
Meski demikian, pihaknya bersama jajaran kepolisian dan Dinas Perhubungan tetap melakukan langkah antisipatif untuk menekan tingkat keparahan kemacetan agar tidak mengganggu kenyamanan para wisatawan.
“Macet bagi pariwisata bisa berarti positif, karena pariwisata bisa diartikan bagus perkembangannya bila ada pergerakan manusia. Itu dapat kita minimalisasi dengan kolaborasi bersama kepolisian dan Dishub,” imbuhnya.
Lebih lanjut, David Oot menyebutkan bahwa kualitas jalan yang memadai menuju destinasi wisata menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan wisatawan serta kelancaran arus lalu lintas.*** (Nalika)
















