Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Akses penghubung antara Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah akhirnya kembali normal. Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Jembatan Roda Dua Cijeruk atau yang kini dikenal sebagai Jembatan Hijau, berlokasi di Kampung Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (9/1/2025).
Peresmian ini menjadi penanda dibukanya kembali jalur vital yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik setelah ambruk dan viral di media sosial. Kini, jembatan tersebut berdiri kembali dengan desain melengkung yang ikonik dan tampilan dominan warna hijau.
Pembangunan ulang jembatan ini dilakukan menggunakan anggaran Rp6,7 miliar dari APBD Perubahan Tahun 2025, yang dialokasikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Proses pembangunan dimulai pada akhir Agustus 2025 dan rampung dengan spesifikasi panjang sekitar 60 meter dan lebar 2,7 meter, khusus diperuntukkan bagi sepeda motor dan pejalan kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Sempat Tertunda, Pemprov Jabar Siap Bayar Proyek Infrastruktur Jalan Rp621 Miliar
Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur, di antaranya Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Tarya Witarsa, jajaran Dinas PUTR, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari Bojongsoang dan Baleendah.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Jembatan Roda Dua Cijeruk atau Jembatan Hijau ini resmi saya nyatakan dibuka untuk digunakan oleh masyarakat,” kata Bupati Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, saat peresmian.
Menurut Kang DS, keberadaan Jembatan Hijau tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarkecamatan, tetapi juga diarahkan menjadi ikon baru Kabupaten Bandung yang memiliki potensi wisata dan dapat mendorong peningkatan ekonomi warga sekitar.
Baca juga: Perbaikan Jalan Provinsi Dongkrak Kunjungan Wisata KBB hingga 333 Ribu Orang
Penamaan Jembatan Hijau sendiri sarat makna, sebagai simbol komitmen Pemkab Bandung terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut juga tercermin dalam prosesi peresmian, di mana Kang DS memotong tumpeng berwarna hijau sebelum pengguntingan pita.
“Semoga Jembatan Hijau ini bermanfaat untuk masyarakat. Jembatan ini akan menjadi ikon baru dan tempat wisata yang menarik di kawasan ini. Sangat cocok untuk berswafoto,” ujar Kang DS, sembari menegaskan pemahamannya atas pentingnya jembatan tersebut bagi mobilitas dan aktivitas warga.
Dengan rampungnya pembangunan Jembatan Cijeruk, Kang DS berharap roda perekonomian masyarakat yang sempat terganggu dapat kembali bergerak, bahkan meningkat. Ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar tetap aman, indah, dan menjadi kebanggaan bersama.
Peresmian Jembatan Hijau disambut antusias oleh ratusan warga yang hadir, ditandai dengan tepuk tangan meriah sebagai ungkapan syukur dan harapan atas manfaat jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari.*** (Nalika)
















