KABAR PAJAJARAN – Lampu indikator bahan bakar mobil menyala sering membuat pengemudi khawatir. Banyak yang mengira kendaraan akan segera kehabisan bensin.
Padahal, lampu indikator BBM menyala bukan berarti tangki mobil sudah benar-benar kosong. Kendaraan masih menyimpan sejumlah bahan bakar cadangan sehingga pengemudi masih bisa mencari SPBU terdekat.
Namun, setiap mobil memiliki sisa BBM dan jarak tempuh yang berbeda setelah indikator menyala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Cadangan BBM Bisa 2 hingga 5 Liter
Pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, menjelaskan kapasitas BBM cadangan juga bergantung pada spesifikasi masing-masing kendaraan.
Ia menyebut beberapa mobil masih menyimpan sekitar 2 hingga 5 liter BBM ketika lampu indikator menyala.
“Beda-beda tiap mobil. Bisa dari 2 liter sampai 5 liter,” kata Lung Lung.
Menurutnya, pengemudi yang hendak menempuh perjalanan jauh dapat menyiapkan BBM cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Langkah tersebut terutama berguna ketika pengemudi melewati jalur yang minim SPBU.
“Kalau cadangan bawa 5 sampai 10 liter cukup buat sekadar bisa jalan,” ujarnya.
Mobil Masih Bisa Jalan Sekitar Beberapa Puluh Kilometer
Technical Leader Nasmoco Demak, Eko Sulistyo, mengatakan sebagian mobil masih memiliki cadangan BBM sekitar 5 liter ketika indikator bahan bakar menyala.
Namun, sisa BBM tersebut tidak otomatis menentukan jarak tempuh kendaraan. Pengemudi perlu memperhitungkan kondisi jalan dan konsumsi bahan bakar mobil.
“Jarak tempuhnya tentu relatif. Bila kondisinya macet, jarak tempuh akan pendek karena mesin terus berputar sementara BBM terus terbakar, tetapi jarak tempuhnya pendek,” ujar Eko.
Dengan demikian, mobil yang sama bisa menempuh jarak berbeda setelah lampu indikator BBM menyala.
Kondisi Jalan Memengaruhi Konsumsi BBM
Kondisi lalu lintas menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi jarak tempuh setelah indikator BBM menyala.
Saat menghadapi kemacetan, mesin tetap bekerja meski mobil bergerak sangat lambat. Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM tetap berjalan tanpa menghasilkan jarak tempuh yang optimal.
Medan jalan juga memberikan pengaruh. Mobil membutuhkan tenaga lebih besar saat melewati tanjakan atau wilayah perbukitan.
Sebaliknya, kendaraan dapat menggunakan BBM secara lebih efisien ketika melaju dengan kondisi stabil di jalan datar.
Jangan Menunggu Sampai Mobil Kehabisan BBM
Lampu indikator BBM menyala sebaiknya menjadi tanda bagi pengemudi untuk segera mengisi bahan bakar.
Pengemudi sebaiknya tidak menjadikan sisa BBM sebagai kesempatan untuk terus berkendara sejauh mungkin. Kehabisan BBM di tengah perjalanan dapat menimbulkan masalah, terutama di lokasi yang jauh dari SPBU.
Selain itu, pengemudi perlu memperhatikan kondisi lalu lintas dan karakteristik kendaraan sebelum memperkirakan jarak yang masih bisa ditempuh.
Kesimpulannya, tidak ada jarak pasti yang bisa menjadi patokan setelah lampu indikator BBM menyala. Sisa bahan bakar berbeda pada setiap mobil, sementara kondisi jalan dan gaya berkendara juga memengaruhi konsumsi BBM.
Karena itu, ketika lampu indikator bahan bakar menyala, langkah paling aman adalah segera mencari SPBU terdekat dan mengisi BBM. ***(Ant)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

