Baru Diresmikan, Jembatan Gantung di Pangandaran Mendadak Melengkung Saat Dipadati Warga

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah jembatan gantung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan sesaat setelah diresmikan pada Minggu (30/8/2026).

Sebuah jembatan gantung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan sesaat setelah diresmikan pada Minggu (30/8/2026).

PANGANDARAN – Jembatan Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kerusakan tidak lama setelah pemerintah meresmikannya pada Minggu (30/8/2026).

Jembatan gantung tersebut mendadak melengkung ke bawah ketika warga dan sejumlah pejabat masih berada di atasnya. Peristiwa itu sempat membuat suasana panik.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, warga masih memadati jembatan yang baru saja diresmikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan sebelumnya meresmikan jembatan tersebut.

Jembatan Mendadak Melengkung

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi Jembatan Pongpet Margajaya saat mengalami penurunan.

Dalam video tersebut, bagian tengah jembatan terlihat melengkung ketika sejumlah orang masih berada di atasnya. Warga kemudian berteriak dan berusaha menyelamatkan diri.

Situasi sempat berlangsung tegang. Namun, warga dan pejabat yang berada di lokasi akhirnya berhasil keluar dari jembatan dengan selamat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Bukan Putus Total

Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin membenarkan kerusakan Jembatan Pongpet Margajaya.

Namun, ia meluruskan informasi yang menyebut jembatan tersebut putus total.

Menurut Enceng, bagian struktur utama jembatan tidak mengalami putus. Kerusakan terjadi pada dudukan seling besi di sisi kanan yang terhubung dengan patok penyangga.

“Cuma langsung melengkung ke bawah karena yang putus itu dudukan seling besi sebelah kanan yang menghubungkan ke patok jembatan,” ujar Enceng saat dihubungi, Minggu malam.

Kerusakan pada bagian tersebut membuat konstruksi jembatan kehilangan salah satu titik penahannya. Akibatnya, bagian jembatan langsung mengalami penurunan ketika warga berada di atasnya.

Warga Sempat Panik

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku kaget karena perubahan posisi jembatan berlangsung secara tiba-tiba.

Asep Dani, salah seorang warga Cijulang, memastikan kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah setelah diresmikan Ibu Bupati,” katanya.

Petugas dan warga kemudian mengendalikan situasi di lokasi. Mereka memastikan orang-orang yang masih berada di sekitar jembatan dapat meninggalkan area dengan aman.

Jadi Akses Penting Warga

Jembatan Pongpet Margajaya memiliki fungsi penting bagi masyarakat Desa Margacinta. Warga menggunakan jembatan tersebut sebagai akses penghubung antardusun yang melintasi Sungai Cijulang.

Karena itu, kerusakan jembatan setelah peresmian menjadi perhatian warga setempat.

Pemerintah dan pihak terkait perlu mengecek kondisi konstruksi secara menyeluruh sebelum kembali membuka jembatan untuk aktivitas masyarakat.

Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan seluruh bagian jembatan, termasuk kabel, dudukan seling, patok penyangga, dan struktur lainnya, berada dalam kondisi aman.

Margacinta Punya Potensi Wisata

Desa Margacinta tidak hanya memiliki akses wisata alam, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Salah satu potensinya ialah aktivitas body rafting di Sungai Cijulang. Desa tersebut juga mengembangkan wisata edukasi budidaya lebah serta kerajinan ecoprint batik daun atau dahon.

Selain wisata alam dan kerajinan, Margacinta juga dikenal sebagai tempat lahirnya Kesenian Badud.

Kesenian tradisional tersebut menampilkan topeng berbentuk hewan, seperti harimau dan monyet. Pertunjukannya menggunakan iringan musik tradisional dogdog.

Dengan potensi tersebut, keberadaan infrastruktur penghubung seperti Jembatan Pongpet Margajaya memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas warga sekaligus pengembangan wisata desa.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Berita Terbaru