Anggota TNI Diserang Kelompok Masyarakat di Sarolangun Jambi, Ini Awal Mulanya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) membabi buta melakukan tindak kekerasan kepada beberapa personel TNI di sekitar areal perkebunan PT Sari Aditya Loka, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8).(Dok Istimewa)

Sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) membabi buta melakukan tindak kekerasan kepada beberapa personel TNI di sekitar areal perkebunan PT Sari Aditya Loka, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (28/8).(Dok Istimewa)

SAROLANGUN, JAMBI — Video yang memperlihatkan sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapat serangan dari kelompok masyarakat pedalaman di Kabupaten Sarolangun, Jambi, viral di media sosial.

Dalam video tersebut, beberapa anggota TNI menghadapi ancaman menggunakan senjata tajam. Kelompok masyarakat juga terlihat memukul dan menendang sejumlah anggota TNI.

Meski mendapat serangan, para anggota TNI tampak berusaha menahan diri. Mereka saling melindungi dan tidak membalas tindakan kelompok tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Nyamin mengatakan, para pemuka masyarakat atau tumenggung telah menyerahkan penyelesaian kasus kepada aparat penegak hukum.

“Para Tumenggung akan menyerahkan para pelaku pengeroyokan ke proses hukum, bukan ke TNI,” kata Nyamin saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (30/8/2026).

Berawal dari Persoalan Tandan Buah Sawit

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut Erlan, persoalan bermula ketika kelompok masyarakat pedalaman membawa tandan buah segar (TBS) sawit dari area inti satu milik perusahaan PT SAL.

Sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi kemudian menegur kelompok tersebut. Mereka meminta masyarakat meninggalkan TBS sawit yang telah dipanen.

Namun, kelompok tersebut tidak mengindahkan teguran anggota TNI. Perdebatan kemudian terjadi hingga berkembang menjadi keributan.

“Tetapi kelompok tersebut tidak mau, kemudian cekcok dan terjadi keributan,” ujar Erlan.

Anggota TNI Diserang

Keributan tersebut kemudian berubah menjadi aksi penyerangan terhadap sejumlah anggota TNI.

Video kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, kelompok masyarakat terlihat mengejar dan melakukan kekerasan terhadap anggota TNI.

Beberapa orang bahkan mengancam anggota TNI menggunakan senjata tajam. Para prajurit tampak memilih bertahan dan berusaha menghindari situasi agar tidak semakin memanas.

Polda Jambi kini menangani perkara tersebut. Erlan memastikan polisi telah menerima laporan terkait insiden penyerangan anggota TNI tersebut.

“Sudah ada LP-nya,” kata Erlan.

Tumenggung Serahkan Pelaku kepada Aparat Penegak Hukum

Di sisi lain, Brigjen TNI Nyamin menyebut para tumenggung telah mengambil sikap untuk menyerahkan para pelaku pengeroyokan kepada aparat penegak hukum.

Langkah tersebut membuat proses penyelesaian perkara berjalan melalui jalur hukum. Para pelaku tidak akan diserahkan kepada pihak TNI.

Hingga kini, kepolisian masih menangani laporan terkait keributan dan penyerangan terhadap anggota TNI di Kabupaten Sarolangun tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dinkes Cabut SLHS SPPG 05 Kalijaga
Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu Syaefudin dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Selasa, 3 November 2026 - 09:29 WIB

Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WIB

Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terbaru