KABAR PAJAJARAN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026). Guncangan kuat itu merobohkan sejumlah bangunan, memicu kebakaran, melumpuhkan transportasi, dan menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.
Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir barat Prefektur Kumamoto serta tiga prefektur di sekitarnya. Namun, lembaga tersebut mencabut peringatan sekitar dua jam kemudian setelah memastikan ancaman tsunami telah mereda.
Ledakan di Aeon Mall Perparah Dampak Gempa
Kerusakan paling parah terjadi di Aeon Mall, Kota Kashima, Prefektur Kumamoto. Guncangan gempa memicu kebocoran gas yang kemudian menyebabkan ledakan besar hingga meruntuhkan sebagian lantai dua pusat perbelanjaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim tanggap darurat Prefektur Kumamoto langsung mengevakuasi empat korban yang mengalami luka-luka ke rumah sakit. Hingga Rabu (29/7/2026), tim penyelamat masih mencari sedikitnya 10 orang yang belum diketahui keberadaannya.
Seorang pemilik toko berusia 35 tahun mengaku keluar dari gedung setelah menerima peringatan gempa. Sekitar satu jam kemudian, ia mendengar ledakan keras dan melihat asap putih tebal membubung dari pusat perbelanjaan itu.
Karyawan lain juga mengaku mencium bau gas saat kembali ke tokonya setelah membantu proses evakuasi pengunjung. Beberapa saat kemudian, ledakan menghancurkan sebagian bangunan sehingga memperumit proses pencarian korban.
Cerobong Pabrik Nippon Paper Roboh
Gempa juga menghantam pabrik Nippon Paper Industries Co. di Kota Yatsushiro. Guncangan merobohkan cerobong asap berukuran besar dan merusak sejumlah bangunan di kompleks industri tersebut.
Reruntuhan bangunan menimbun 11 pekerja. Tim penyelamat menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara petugas masih berupaya mencari sembilan pekerja lainnya.
Lebih dari 260 Ribu Warga Mengungsi
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang mengimbau lebih dari 260.000 warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebagian besar warga yang mengikuti arahan tersebut berasal dari Prefektur Kumamoto dan Nagasaki.
Gempa juga merusak jalan, jembatan, dan berbagai fasilitas umum. Selain itu, guncangan memutus aliran listrik di sejumlah wilayah serta memicu kebakaran di beberapa lokasi.
Polisi Kumamoto menerima lebih dari 100 panggilan darurat sesaat setelah gempa terjadi. Rumah sakit di Yatsushiro menangani sekitar 40 korban luka, sedangkan petugas medis mengirim sekitar 50 korban lainnya ke sejumlah rumah sakit di Kota Kumamoto.
Pemerintah Pastikan PLTN Tetap Aman
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah terus mengumpulkan data mengenai dampak gempa sekaligus mempercepat proses penyelamatan korban.
Sementara itu, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tiga pembangkit listrik tenaga nuklir di sekitar wilayah terdampak tetap beroperasi secara normal. Hasil pemeriksaan awal juga tidak menunjukkan adanya kerusakan maupun kebocoran.
Gempa Lumpuhkan Transportasi dan Industri
Gempa M 7,1 turut mengganggu aktivitas industri dan transportasi di Pulau Kyushu.
Toyota Motor menghentikan sementara produksi di tiga pabriknya untuk menjalani pemeriksaan keselamatan. Honda Motor Co. dan Nippon Paper Industries juga menghentikan operasional hingga situasi dinyatakan aman.
Yamato Transport menghentikan layanan pengiriman barang dari dan menuju Kumamoto karena kondisi infrastruktur belum memungkinkan.
Di sektor transportasi, operator kereta menghentikan sementara perjalanan Shinkansen dan kereta lokal. Pengelola Bandara Aso Kumamoto juga menutup landasan pacu hingga waktu yang belum ditentukan.
Selain itu, sebuah kereta tergelincir dan terguling di Stasiun Yatsushiro. Guncangan gempa juga kembali merusak tembok batu Kastel Kumamoto yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat gempa besar pada 2016.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan selama dua hingga tiga hari ke depan.
Otoritas meminta warga menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, mengikuti arahan petugas, dan segera menuju lokasi evakuasi apabila kembali merasakan guncangan kuat. ***(Ant)
Sumber Berita: AP News






