TASIKMALAYA, KABAR PAJAJARAN – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus ledakan yang terjadi di kawasan Komplek Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026) malam. Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan antarpedagang kaki lima yang berujung pada aksi peledakan gerobak oleh seorang mantan narapidana terorisme berinisial A.
Polres Tasikmalaya Kota telah mengamankan A bersama dua orang lainnya yang terlibat dalam rangkaian perselisihan tersebut. Petugas juga menggeledah rumah kontrakan A di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, untuk mencari barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan penyidik masih mendalami seluruh fakta yang ditemukan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat ini kami melakukan penyelidikan. Hasilnya akan kami sampaikan. Untuk sementara kami mengamankan tiga orang terkait peristiwa tersebut,” kata Andi Purwanto, Minggu (12/7/2026).
Berawal dari Cekcok Antarpedagang
Perselisihan bermula sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, pedagang tahu gejrot berinisial U terlibat adu mulut dengan pedagang es teler berinisial G di area pedagang kaki lima Dadaha.
Keduanya terlibat perdebatan selama kurang lebih 30 menit. Situasi sempat memanas sebelum sejumlah pedagang lain mencoba melerai pertengkaran tersebut.
Pedagang jagung berinisial S yang masih memiliki hubungan keluarga dengan G kemudian ikut membela kerabatnya. Setelah beberapa saat, para pedagang berhasil meredakan ketegangan dan aktivitas kembali berjalan normal.
Namun kondisi berubah ketika A datang ke lokasi. Tak lama setelah itu, ledakan terjadi di area pedestrian Dadaha dan membuat para pedagang serta pengunjung panik.
Ledakan Bikin Pedagang Berhamburan
Ledakan yang terdengar cukup keras membuat suasana kawasan Dadaha mendadak ricuh. Para pedagang langsung meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Sekitar pukul 01.10 WIB, sebagian besar pedagang memilih membubarkan diri. UPTD Dadaha kemudian menerima laporan dari warga dan segera meneruskannya kepada Polres Tasikmalaya Kota.
Merespons laporan tersebut, personel Polres Tasikmalaya Kota bersama anggota Polsek Cihideung mendatangi lokasi sekitar pukul 01.30 WIB untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan keterangan saksi.
Saksi Ungkap Rangkaian Kejadian
Yuda, seorang pedagang cireng yang berjualan di dekat lokasi kejadian, mengaku menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut.
Menurut dia, pertengkaran awal hanya melibatkan pedagang tahu gejrot dan pedagang es teler. Sejumlah pedagang lain kemudian berupaya meredakan situasi agar tidak semakin memanas.
“Awalnya cuma cekcok antara pedagang tahu gejrot dan es teler. Setelah dilerai, situasi sempat tenang. Tapi kemudian ada A yang datang dan terjadi ledakan,” ujarnya.
Yuda menuturkan suasana kawasan Dadaha sebenarnya berlangsung normal sejak sore hari. Keributan baru muncul menjelang tengah malam.
Ia juga menyebut aparat kepolisian dari berbagai satuan datang ke lokasi beberapa jam setelah kejadian untuk meminta keterangan dari para pedagang yang berada di sekitar area ledakan.
Polisi Geledah Rumah Kontrakan Pelaku
Sehari setelah kejadian, aparat gabungan menangkap A dan melakukan penggeledahan di rumah kontrakannya di Kelurahan Cilembang.
Ketua RT setempat, Ade Mumu, mengatakan dirinya mendampingi petugas saat proses penggeledahan berlangsung. Petugas membawa sejumlah barang yang dianggap penting untuk kepentingan penyelidikan.
Ade mengaku tidak mengetahui penyebab awal perselisihan yang terjadi di Dadaha. Namun, ia memastikan polisi melakukan penggeledahan karena menduga A memiliki keterkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.
Warga Sebut Pelaku Mantan Anggota JAD
Sejumlah warga mengenal A sebagai mantan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang telah menjalani masa hukuman dan mengikuti program pembinaan pemerintah.
Menurut warga bernama Nurdin, A sehari-hari berjualan es teh menggunakan gerobak di kawasan Dadaha. Selama ini, A berusaha menjalani kehidupan normal dan berbaur dengan masyarakat sekitar.
Nurdin juga menyebut A memiliki kemampuan membuat petasan yang biasa dijual saat momen tertentu seperti Lebaran dan Tahun Baru.
Selain itu, A merupakan warga asli Kelurahan Cilembang. Meski demikian, ia dan keluarganya baru sekitar dua bulan menempati rumah kontrakan di lingkungan tersebut.
Polisi Masih Selidiki Motif
Hingga kini polisi belum menyimpulkan motif yang melatarbelakangi aksi peledakan tersebut. Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam perselisihan itu.
Polres Tasikmalaya Kota memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan dan menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap para pihak yang diamankan.***(Chq)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

