Tak Lagi Andalkan Elektron, China Kembangkan Teknologi Komputasi Berbasis Cahaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Chip

Ilustrasi Chip

KABAR PAJAJARAN – China terus memperkuat pengembangan teknologi canggih. Negara itu resmi membuka Shanghai Key Laboratory of Integrated Photonic Computing Chips and Systems di Shanghai Jiao Tong University.

Laboratorium tersebut akan menjadi pusat penelitian komputasi fotonik. Teknologi ini memanfaatkan cahaya untuk memproses data. Para peneliti dan mitra industri akan bekerja sama mengembangkan chip, perangkat optik, sistem komputasi, serta perangkat lunaknya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan China dalam mengembangkan teknologi komputasi generasi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AI Dorong Kebutuhan Komputasi Lebih Besar

Peluncuran laboratorium berlangsung saat kebutuhan komputasi AI terus meningkat. Perusahaan teknologi di berbagai negara kini membangun lebih banyak pusat data untuk melatih model AI yang semakin kompleks.

Peningkatan kapasitas pusat data juga mendorong konsumsi listrik yang lebih besar. Karena itu, banyak pihak mulai mencari alternatif selain chip semikonduktor konvensional.

Komputasi fotonik menjadi salah satu teknologi yang menarik perhatian karena menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi.

Chip Fotonik Tawarkan Kecepatan Lebih Tinggi

Chip konvensional mengandalkan elektron untuk mengirim data. Sebaliknya, chip fotonik memanfaatkan foton atau partikel cahaya.

Cahaya bergerak lebih cepat daripada elektron. Selain itu, cahaya menghasilkan panas yang lebih rendah saat memproses informasi.

Keunggulan tersebut memungkinkan sistem fotonik meningkatkan kecepatan pemrosesan data. Teknologi ini juga dapat memperbesar bandwidth dan menghemat energi.

Para peneliti menilai pendekatan ini mampu membantu mengatasi keterbatasan teknologi semikonduktor saat ini.

Kampus dan Startup Berkolaborasi

Shanghai Jiao Tong University menggagas laboratorium ini bersama Lightelligence. Startup asal Shanghai tersebut fokus mengembangkan teknologi komputasi fotonik.

Direktur laboratorium, Zou Weiwen, menyebut komputasi fotonik sebagai salah satu jalur penting bagi masa depan komputasi.

Menurutnya, teknologi itu unggul dalam hal bandwidth, latensi, dan efisiensi energi. Karena itu, teknologi tersebut berpotensi mendukung perkembangan AI pada masa mendatang.

Tim peneliti akan mengembangkan berbagai bidang. Mereka mencakup desain chip fotonik, integrasi silikon-fotonik, perangkat optik, algoritma, dan aplikasi komersial.

Lightelligence Perkuat Posisi di Industri

Lightelligence mengklaim telah mengembangkan sistem komputasi hibrida optik-elektronik dalam skala besar. Pencapaian itu memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di sektor komputasi fotonik China.

Melalui laboratorium baru ini, perusahaan berharap dapat mempercepat inovasi dan memperluas penerapan teknologi berbasis cahaya.

Ekosistem Teknologi Masih Perlu Dikembangkan

Meski menjanjikan, komputasi fotonik masih menghadapi sejumlah tantangan. Pengembang masih perlu membangun ekosistem perangkat lunak yang mampu memanfaatkan kemampuan perangkat keras secara maksimal.

Selain itu, para ilmuwan masih harus menyelesaikan berbagai persoalan teknis dan rekayasa.

Meski begitu, pembangunan laboratorium ini menunjukkan komitmen kuat China. Negara tersebut ingin mempercepat pengembangan komputasi berbasis cahaya untuk mendukung kebutuhan AI global yang terus meningkat.***(Ant)

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Interesting Engineering

Berita Terkait

Agen AI dan Bot Kuasai Internet Dunia, Trafiknya Lampaui Aktivitas Manusia
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam
WiFi di HP Lemot Meski Sudah Terhubung? Ini 15 Cara Ampuh agar Internet Kembali Cepat
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX
WhatsApp Plus Resmi Hadir di Indonesia, Pengguna Bisa Berlangganan Mulai Rp13.900 per Bulan
Google Pecahkan Rekor Dunia, Investor Kucurkan Rp1.545 Triliun untuk AI
Android 16 Bawa Fitur Anti-Spyware, Begini Cara Mengaktifkannya
Era Baru Debt Collector AI, Warga Mulai Diteror Telepon Robot

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:14 WIB

Agen AI dan Bot Kuasai Internet Dunia, Trafiknya Lampaui Aktivitas Manusia

Senin, 22 Juni 2026 - 21:00 WIB

Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:00 WIB

Tak Lagi Andalkan Elektron, China Kembangkan Teknologi Komputasi Berbasis Cahaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

WiFi di HP Lemot Meski Sudah Terhubung? Ini 15 Cara Ampuh agar Internet Kembali Cepat

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai IPO SpaceX

Berita Terbaru