WIITEX 2026 Bukukan Transaksi Rp25 Miliar, Jabar Perkuat Posisi Kopi, Teh, dan Kakao di Pasar Global

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menutup secara resmi West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 di Summarecon Mall Bandung, Minggu (14/6/2026). Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang tersebut mencatat transaksi sebesar Rp25,09 miliar dan menjadi wadah promosi komoditas unggulan Jawa Barat seperti kopi, teh, dan kakao ke pasar global. (Foto: Humas Jabar)

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menutup secara resmi West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 di Summarecon Mall Bandung, Minggu (14/6/2026). Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang tersebut mencatat transaksi sebesar Rp25,09 miliar dan menjadi wadah promosi komoditas unggulan Jawa Barat seperti kopi, teh, dan kakao ke pasar global. (Foto: Humas Jabar)

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gelaran West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 berhasil mencatatkan transaksi senilai Rp25,09 miliar selama tiga hari penyelenggaraan di Summarecon Mall Bandung. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya Jawa Barat memperluas pasar ekspor komoditas unggulan, khususnya kopi, teh, dan kakao.

Penutupan WIITEX 2026 dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Minggu (14/6/2026). Dalam sambutannya, Erwan menegaskan bahwa WIITEX bukan sekadar ajang pameran produk, tetapi menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pasar nasional maupun internasional.

Mengusung tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future”, WIITEX 2026 menyoroti pentingnya pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perdagangan masa depan tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah produk,” ujar Erwan.

Menurutnya, kopi, teh, dan kakao memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangannya perlu didukung melalui inovasi, hilirisasi industri, penguatan merek, serta perluasan akses pasar.

Selama penyelenggaraan WIITEX 2026, berbagai kegiatan digelar mulai dari business matching, workshop pengolahan kakao bean-to-bar, lelang komoditas unggulan hingga diskusi mengenai perdagangan berkelanjutan.

Erwan menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan perdagangan tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga edukasi dan penguatan jejaring bisnis.

Di tengah tantangan ekonomi global, ia mendorong Jawa Barat untuk terus tampil sebagai daerah yang adaptif dan inovatif dalam memperkuat ekspor serta meningkatkan daya saing produk unggulan.

Selain kopi dan teh, Erwan juga menyoroti potensi besar pengembangan kakao di Jawa Barat. Ia berharap produksi kakao lokal dapat terus ditingkatkan guna mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan baku impor.

“Jawa Barat memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk pengembangan kakao. Ke depan kita harus mampu memproduksi bahan baku sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada impor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengungkapkan bahwa total transaksi selama WIITEX 2026 mencapai Rp25,09 miliar atau setara sekitar 1,4 juta dolar Amerika Serikat.

Nilai tersebut berasal dari berbagai aktivitas perdagangan, mulai dari transaksi ekspor, business matching, hingga lelang komoditas unggulan yang berlangsung selama pameran.

“Total transaksi yang berhasil dicatat selama tiga hari penyelenggaraan mencapai Rp25,09 miliar. Ini merupakan gabungan dari kegiatan ekspor, business matching, dan lelang komoditas,” ujar Nining.

Ia menambahkan, salah satu komoditas yang paling diminati adalah teh premium asal Jawa Barat yang mendapat respons positif dari pasar domestik maupun internasional.

Menurut Nining, antusiasme pembeli luar negeri juga terus meningkat. Jika pada awal kegiatan tercatat peserta dari 11 negara, jumlah tersebut bertambah menjadi 14 negara selama pelaksanaan WIITEX 2026.

Sekitar 80 pelaku usaha dan pembeli turut berpartisipasi secara hybrid, baik melalui pertemuan langsung maupun daring.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap penyelenggaraan WIITEX dapat menjadi momentum memperluas jejaring bisnis, membuka peluang perdagangan baru, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar global.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wagub Erwan Dorong Mahasiswa Baru IKOPIN Jaga Eksistensi Koperasi
Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo
Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
Wagub Erwan Sampaikan Dua Ranperda Strategis, Perkuat BIJB dan Efisiensi Perangkat Daerah
Karhutla Jabar Makin Meluas, 325,87 Hektare Lahan Terbakar hingga September 2026

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:20 WIB

Wagub Erwan Dorong Mahasiswa Baru IKOPIN Jaga Eksistensi Koperasi

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo

Rabu, 16 September 2026 - 06:00 WIB

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB