KABAR PAJAJARAN — Masyarakat mulai menerima daging kurban dalam jumlah besar seiring perayaan Idul Adha. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penanganan yang kurang tepat dapat membuat daging cepat rusak, berbau, bahkan kehilangan kualitas teksturnya.
Agar daging kurban tetap segar dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama, sejumlah langkah penanganan perlu segera dilakukan sejak daging diterima.
1. Bersihkan daging dengan cara yang benar
Daging kurban perlu segera dibersihkan untuk menghilangkan sisa darah, serpihan tulang, atau kotoran yang menempel selama proses pemotongan dan distribusi. Pencucian dilakukan menggunakan air mengalir tanpa merendam terlalu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah dicuci, petugas atau penerima daging harus langsung meniriskan hingga permukaannya tidak terlalu basah. Kondisi lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas daging.
2. Segera simpan di freezer
Daging yang dibiarkan pada suhu ruang dalam waktu lama berisiko mengalami kontaminasi mikroba. Karena itu, masyarakat disarankan segera memotong daging sesuai porsi dan menyimpannya di freezer.
Pada suhu kulkas biasa (sekitar 4°C), daging hanya bertahan 2–3 hari. Sementara itu, penyimpanan di freezer bersuhu di bawah -18°C dapat menjaga kualitas daging hingga 1–2 bulan.
3. Manfaatkan bahan marinasi alami
Untuk mengurangi aroma prengus pada daging sapi maupun kambing, masyarakat dapat menggunakan bahan alami seperti jahe, nanas, atau daun pepaya. Bahan tersebut membantu mengurangi bau sekaligus melunakkan tekstur daging.
Jahe memberi aroma segar, sedangkan enzim pada pepaya muda dan nanas membantu memecah serat daging. Namun, proses marinasi sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama agar tekstur daging tidak berubah terlalu lembek.
4. Pisahkan bagian daging sejak awal
Penyimpanan akan lebih efektif jika masyarakat memisahkan daging, tulang, dan jeroan sejak awal. Jeroan memiliki daya tahan lebih rendah dan aroma lebih tajam sehingga perlu penanganan berbeda.
Daging juga sebaiknya dibagi dalam porsi kecil sebelum dibekukan. Cara ini memudahkan proses pencairan tanpa harus mengganggu seluruh stok daging.
5. Cairkan daging dengan metode yang aman
Pencairan daging beku tidak disarankan dilakukan di suhu ruang terlalu lama. Cara tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri pada permukaan daging.
Metode paling aman adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller semalaman sebelum dimasak. Alternatif lain, daging dapat dicairkan dengan merendamnya dalam air dingin dalam kondisi tertutup rapat.
Dengan penanganan yang tepat sejak awal, masyarakat dapat menjaga kualitas daging kurban tetap segar, aman, dan siap diolah menjadi berbagai hidangan khas Idul Adha. ***(Chq)






