Polda Jabar Selidiki Konten “Teror Pocong” Viral yang Resahkan Warga

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Teror Pocong

Ilustrasi Teror Pocong

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Polda Jawa Barat menyelidiki maraknya konten “teror pocong” yang viral di media sosial setelah video-video tersebut memicu keresahan warga di sejumlah daerah. Polisi juga menemukan beberapa konten yang memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) serta vlog horor yang sengaja dibuat untuk mengejar perhatian publik.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan tren prank horor sebenarnya bukan fenomena baru. Namun, media sosial membuat penyebaran konten berlangsung lebih cepat dan memperbesar dampaknya di tengah masyarakat.

“Dulu masyarakat juga pernah menemukan prank seperti ini di kampung atau sekitar pos ronda. Sekarang media sosial membuat videonya cepat menyebar dan memicu ketakutan warga,” kata Hendra, Selasa (26/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polda Jabar akan mendatangi para kreator video untuk memberikan pembinaan sekaligus imbauan. Polisi meminta para pembuat konten menghentikan produksi video yang memicu kepanikan masyarakat.

Polisi juga mengajak masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan video serupa. Selain itu, warga dapat segera melapor jika menemukan aktivitas yang mengganggu keamanan lingkungan.

Hendra menegaskan polisi akan mengambil langkah hukum jika menemukan pelanggaran pidana dalam pembuatan maupun penyebaran konten tersebut.

“Kalau ada tindakan yang mengganggu ketertiban umum, kami akan menindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Belakangan, konten “teror pocong” ramai muncul di berbagai platform media sosial. Sejumlah video menampilkan sosok menyerupai pocong yang muncul di jalan pada malam hari lalu mengejutkan pengendara maupun warga sekitar.

Fenomena itu membuat sebagian warga takut melintas di lokasi tertentu. Di beberapa wilayah di Jawa Barat, warga bahkan berjaga bersama pada malam hari untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

Polda Jabar menilai tren konten horor semacam itu dapat mengganggu rasa aman masyarakat jika terus berkembang. Karena itu, polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak membuat dan membagikan konten di media sosial. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Berita Terbaru